
Taat, setia, teguh bersekutu
Dengan Engkau, ya Pemimpin besar
Kar’na penuh kasih sayang padaMu
Kami sedikitpun tidak gentar
Reff. Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Kristuslah Raja serta Penebus!
(Nyanyikanlah Kidung Baru 207 : 2)
Pada Minggu Palma ini bacaan leksionari yang menjadi dasar pemberitaan Firman mengajak kita menghayati bahwa dalam hidupnya, manusia selalu berjumpa dengan sebuah masa yaitu masa sengsara atau masalah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kota sengsara bermakna kesulitan dan kesusahan hidup ; penderitaan, menderita kesusahan, kesukaran. Masa itu tidak dapat dihindarkan dari kehidupan setiap orang. Sehebat, sekaya, sesehat, sebahagia apapun hidup seseorang, masa sengsara pasti dialami. Bagaimana upaya kita menghadapinya bila masa ini datang dalam hidup yang kita jalani? Berlari menjauh dan menghindar atau berani maju menghadapi sengsara? Pada dasarnya Firman Tuhan yang kita baca pada hari ini mengajak kita untuk berani menghadapi sengsara.
Melalui Firman Tuhan, kita diajak untuk optimis dan meyakini bahwa sengsara adalah bagian dari hidup. Karena itu jalanilah hidup dengan taat, eling (ingat), memiliki pikiran dan perasaan hidup serta memiliki impian tentang hidup yang semakin berpengharapan, hidup yang semakin lebih baik, hidup yang semakin lebih hidup. Secara khusus dari bacaan Injil Matius 21 :1-11, Keberanian Yesus masuk ke Yerusalem adalah keberanianNya menyongsong sengsara dan keteladanan dalam ketaatan untuk berproses dalam hidup. Dibalik keberanian Yesus ini terkandung pesan bahwa untuk mengupayakan hidup diperlukan keberanian, ketaatan, konsisten dan kerendahan hati.
Sebagai orang beriman dalam menjalani hidup di dunia ini, kita dipanggil untuk mau menjalani hidup bersama dengan Yesus. Berani menjalani hidup dalam kesukacitaan maupun dalam penderitaan. Berani menjalani hidup dalam kegembiraan maupun dalam penderitaan dengan rendah hati, taat kepada kehendakNya, untuk menyongsong jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup.
Pada Minggu Palma ini kita diajak untuk berjalan bersama Tuhan Yesus. Berjalan dengan mencari solusi untuk hidup. Mencari solusi berarti berani terus berjalan menyusuri jalan hidup dalam segala dinamikanya. Dalam perjalanan yang dilalui terkadang kita menjumpai sorakan-sorakan kegembiraan, namun adakalanya kita berada dalam tangisan-tangisan pilu. Tetaplah berjalan, seperti Tuhan Yesus berjalan memasuki Yerusalem. Beranilah menghadapi kenyataan hidup dan jadilah orang-orang/pribadi-pribadi yang berani hidup.
Gusti mberkahi Amin.
Bacaan I : Yesaya 50:4-9;
Mazmur Tanggapan : Mazmur 31:9-16
Bacaan II : Filipi 2:5-11 ;
Bacaan Injil : Matius 21:1-11
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 13 April 2014
Add comment