
Kasih, berkat dan pemeliharaan Tuhan itu besar dan luar biasa, demikian juga janji Tuhan kepada umat pilihanNya pasti digenapi, karena janji Tuhan itu ya dan amin. Tuhan tidak pernah ingkar janji. Dia senantiasa memberikan apa yang sudah diucapkan. Dan yang sudah dijanjikanNya. Karena itu siapapun kita yang dipilih oleh Tuhan tentu Tuhan pasti menepati janjiNya dan memperlengkapi seseorang itu sehingga orang tersebut dapat melaksanakan tugas panggilan-Nya.
Hal yang demikian itu juga berlaku bagi kita sebagai umat pilihan Tuhan. Sebagai umat pilihan Tuhan, tentu bukan sesuatu yang kebetulan, namun Tuhan memilih pasti dengan tugas dan rencana tertentu yang harus dijalani oleh setiap umat pilihanNya. Tuhan juga memberi kesempatan bagi kita umatNya untuk meminta-memohon sesuatu kepada Tuhan, meminta sesuatu kepada Tuhan, meminta sesuatu yang kita butuhkan untuk melakukan panggilan Tuhan itu.
Kita juga yakin bahwa Tuhan pasti memberikan berkat yang kita butuhkan, sekalipun itu tidak kita minta. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, sikap tindakan dan keyakinan seperti itu adalah ujud dari hati yang bijaksana.
Pengalaman hidup Salomo (1 Raja-raja 3: 5 – 12) yang mengisahkan perjumpaan secara pribadi Salomo dengan Tuhan dalam suatu mimpi, Salomo yang menjadi raja dalam usia yang masih muda, belum banyak pengalaman, bahkan mungkin Salomo tidak mengira kalau ia harus menjadi raja Israel menggantikan Daud, ayahnya. Tetapi oleh kehendak Tuhan Salomo yang terpilih menjadi raja menggantikan Daud. Setiap kali Tuhan memilih seseorang untuk suatu tugas, tentu Dia memperlengkapi dengan bekal dan ketrampilan atau yang lain untuk menunjang pelaksanaan tugas itu, hal ini pula yang terjadi dalam diri Salomo. Dalam mimpi Salomo, Tuhan bertanya kepada Salomo, 'mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu' Salomo meminta hal yang terpenting dalam tugasnya selaku raja, yakni dapat menimbang hal yang baik dan buruk dan dapat bertindak secara arif dan bijaksana 'Berikanlah kepada hambaMu ini hati yang faham menimbang perkara…..' dari ungkapan Salomo tercermin bahwa Salomo yakin bahwa Kasih setia Tuhan yang tercurah kepada Daud, ayahnya juga akan dicurahkan dalam hidupnya. Salomo juga yakin bahwa Tuhan sendiri yang memilih dan mengangkat dirinya menjadi raja Israel. Selain itu Salomo juga dengan rendah hati mengakui akan keberadaannya yang masih muda, penuh dengan kelemahan sehingga dia memohon berkat dan mengandalkan Tuhan.
Ketika Tuhan mendengar permintaan Salomo yang seperti itu, maka Tuhan melihat bahwa apa yang diminta itu sangat baik dan mendasar, maka Tuhan mengabulkan bahkan menambah dengan berkat-berkat lain dan yang besar.
Bacaan I : 1 Raj. 3: 5 – 12
Tanggapan: Mazmur 119: 129 – 136
Bacaan II: Roma 8: 26 – 39
Bacaan III : Matius 13:31–33, 44 – 52
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 24 Juli 2011
Add comment