
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Apabila kita memperhatikan berita baik dari surat kabar maupun TV kita selalu dibuat khawatir dengan tingginya angka kejahatan di Indonesia. Mulai dari kejahatan yang kecil-kecilan seperti maling ayam dan mencopet di pasar sampai yang kelas kakap seperti korupsi dan pembunuhan serta tindak terorisme yang menimbulkan banyak korban jiwa. Berbagai upaya telah ditempuh oleh Pemerintah untuk menekan tingginya angka kejahatan ini tetapi hasilnya belum signifikan. Bahkan modus kejahatan semakin canggih saja. Bagaimana kita sebagai warga gereja ikut berperan membantu Pemerintah mencegah hal ini?
Kisah Para Rasul 1:8 berbunyi: Tetapi kamu akan menerima kuasa (Alkitab bhs Jawa kasekten), kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Konteks ayat ini adalah saat Tuhan Yesus terangkat ke surga. Tuhan Yesus memberikan Roh Kudus sebagai Penolong (Parakletos) bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat akan diberikan kuasa (Alkitab bhs Jawa Kasekten) untuk melakukan seluruh kehendak Tuhan dan dimampukan mengalahkan segala tipu daya dari iblis yang menggoda kita untuk berbuat dosa lagi. Karena melalui peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus kuasa dosa dan maut sudah dikalahkan (1 Kor. 15:54-58). Dan peristiwa inilah yang disebut dengan “Pemulihan”. Dipulihkan dari kehidupan lama kita yang penuh dengan dosa sekarang menjadi Anak Allah.
Dan sesuai konteks Kisah Para Rasul 1:8 tadi proses pemulihan dari Yerusalem (keluarga) ? Yudea (saudara seiman dengan kita) ? Samaria ? ujung bumi. (Samaria dan ujung bumi adalah gambaran dunia yang belum percaya kepada Tuhan Yesus).
Pemulihan selalu dimulai dari KELUARGA (Ayah, Ibu dan Anak-anak). Dan Alkitab mengajarkan bahwa Allah bekerja melalui lingkup terkecil yaitu KELUARGA. Dimulai dari Ayah sebagai kepala keluarga harus hidup taat dan berdoa, karena berkat Allah mengalir dari kepala keluarga turun ke istri dan anak-anak.
Disinilah pentingnya peran keluarga untuk bertekun bersama didalam doa. Karena pemulihan yang terjadi dalam satu keluarga akan dirasakan oleh lingkungan disekitarnya. Bagaimana kita akan menjadi berkat bila keluarga kita tidak pernah berdoa, selalu ribut dan tidak bisa menjadi teladan bagi orang lain? Karena perubahan dimulai dari Keluarga (Yerusalem) terlebih dahulu. Bila kita melihat Kisah Para Rasul 1: 12-14 para rasul mulai bertekun bersama dalam doa di Yerusalem. Bila sebelumnya mereka berdoa sendiri-sendiri sekarang mereka mulai berdoa bersama-sama. Salah doa-satu hati-satu tujuan yaitu menanti-nanti kehadiran Roh Kudus. Karena mereka bertekun dalam doa itulah akhirnya terjadilah Hari Pentakosta yatiu Turunnya Roh Kudus yang menjadi Roh Penolong dalam memberitakan Injil keselamatan kepada setiap orang sampai ke penjuru bumi.
Pelajaran apa yang bisa kita petik dari renungan ini:
- Ada slogan iklan minuman di TV yaitu it’s in me artinya mulailah perubahan dari diri sendiri. Kita bisa berperan membantu pemerintah menciptakan ketertiban dan ketentraman di sekitar kita dimulai dari diri kita & keluarga kita terlebih dahulu. Kita tidak akan mungkin bisa mengharapkan terjadinya perubahan pada orang lain & lingkungan sekitar kita bila kita sendiri tidak berubah menjadi lebih baik.
- Perubahan akan sulit terjadi bila kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Mulailah dengan bertekun didalam doa seperti yang dilakukan oleh Para Rasul. Hanya campur tangan Roh kuduslah yang memungkinkan perubahan itu terjadi walaupun untuk hal yang tidak mungkin sekalipun.
- Keluarga adalah garda depan terjadinya perubahan. Dimulai dari Ayah sebagai Kepala Keluarga harus hidup dalam ketaatan dan kebenaran diikuti oleh ibu dan anak-anak. Pasti keluarga ini akan diberkati Tuhan (Mazmur 128: 1-6).
- Roh Kudus bekerja tidak hanya pada jaman Para Rasul tetapi juga di jaman modern ini. Sekalipun teknologi sudah demikian maju tetapi ada banyak hal yang tidak bisa dijawab oleh teknologi yang modern ini contoh: tentang kesembuhan illahi, kematian dan surga. Karena Roh Kudus masih tetap bekerja sampai detik ini, libatkanlah selalu untuk menolong kita dalam segala perkara termasuk yang kelihatan mustahil sekalipun. (Seperti yang pernah penulis alami saat sakit dan anak saya waktu sakit dimana Roh Kudus menolong dengan caraNya yang ajaib).
Semoga kita dimampukan dengan pertolongan Roh Kudus mewujudkan hal yang indah ini. Amin.
Bacaan I : Kis. 1:6-14
Tanggapan: Mazmur 68:1-10, 32-35
Bacaan II:1 Pet.4:12–14;5:6-11
Bacaan III : Yohanes 17:1–11
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 5 Juni 2011
Add comment