
Berita kebangkitan Tuhan Yesus sulit diterima. Hal tersebut terjadi sejak awal mula kebangkitan-Nya, berlanjut pada masa-masa sesudahnya, dan sampai saat ini. Beberapa saat setelah berita kebangkitan Yesus ada orang-orang yang tidak percaya. Mereka antara lain orang-orang dari kelompok Saduki yang pada dasarnya tidak mempercayai akan adanya kebangkitan, orang-orang dari kelompok Farisi dan murid-murid Tuhan Yesus yang telah sekian lama hidup bersama dengan Tuhan Yesus, mendengarkan ajaran-ajaran-Nya, serta melihat mujizat-mujizat-Nya.
Pada masa-masa kemudian muncul kelompok-kelompok yang mengajarkan bahwa Tuhan Yesus tidak mati. Ia tidak dikuburkan. Dan oleh karenanya Ia pun tidak bangkit. Ada juga yang mengatakan bahwa yang disalibkan adalah orang lain yang mirip dengan Tuhan Yesus. Dan ada penemuan baru, yaitu penemuan kubur Yesus. Berdasarkan penemuan tersebut, lalu diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak bangkit dari antara orang mati. Dengan kata lain, penemuan tersebut hendak mengatakan, "Dia ada di sini, Dia tidak bangkit".
Jadi, yang mengalami kesulitan bukan hanya orang-orang yang tidak memiliki kedekatan sejarah dengan Tuhan Yesus, akan tetapi juga orang-orang yang memiliki kedekatan sejarah. Bahkan orang-orang yang memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan Tuhan Yesus. hal tersebut terlihat jelas dalam pernyataan Penginjil Lukas: "Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan itu (Luk.24:11)."
Dua orang yang memakai pakaian yang berkilau-kilauan berkata: "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit...(Luk.24:6)." Yesus Kristus tidak ada di kubur di mana Ia dikuburkan karena Ia telah bangkit. Bukan karena mayat-Nya diambil oleh murid-murid-Nya atau karena mayat-Nya dicuri. Penemu yang mengatakan telah menemukan kubur Tuhan Yesus belum bisa membuktikan kebenaran bahwa kubur yang mereka temukan benar-benar kubur Yesus. Mereka juga belum bisa membuktikan bahwa tulang-tulang yang ada di dalam kubur itu adalah tulang-tulang Tuhan Yesus. Para murid yang awalnya tidak percaya, menjadi percaya setelah beberapa kali Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka. Kebangkitan Yesus bukan hanya diberitakan tetapi juga disaksikan oleh orang banyak.
Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus telah merubah kehidupan para saksi. Tuhan Yesus menjadi pusat pemberitaan dan kehidupan mereka. Tuhan Yesus menjadi teladan kehidupan bagi mereka. Keberanian para saksi untuk menyaksikan fakta kebangkitan sangat luar biasa, bahkan mereka rela dihukum mati. Rasul Petrus Mati disalibkan dengan kepalanya di bawah. Ada Rasul yang dipenggal kepalanya. Ada banyak saksi kebangkitan Tuhan Yesus yang dihukum mati. Fakta-fakta tersebut menguatkan kebenaran bahwa Dia (Tuhan Yesus) tidak ada di sini (di kubur), Dia telah bangkit. Terpujilah Tuhan Allah di tempat yang Maha tinggi.
Apakah Tuhan Yesus Kristus menjadi pusat pemberitaan dan kehidupan kita saat ini? Beranikah kita menjadi saksi-saksi Kristus? Beranikah kita terus bersaksi manakala ada ancaman kematian? Beritakanlah kepada dunia bahwa Dia tidak ada di sini, Dia telah bangkit! Tuhan beserta kita. Amin
Bacaan: Lukas 24:1-12
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 1 April 2013
Add comment