Puji Tuhan. Pada kesempatan ini marilah kita memperhatikan dengan seksama apa yang tertulis dalam Injil Lukas 24:13-35. Setidaknya marilah kita belajar tiga hal penting agar kita semakin mengenal Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Allah yang menjadi manusia, rela menderita, bahkan sampai mati di kayu salib di bukit Golgota, Pentingnya pengenalan kepada Tuhan Yesus Kritus ini akan menjadikan kita dikenal oleh orang lain, oleh dunia ini sebagai murid-murid-Nya.
Yaitu sebagai orang yang pada masa lalu berdosa, tetapi pada masa kini telah bertobat dan percaya atau menerima secara pribadi, bukan karena keturunan keluarga Kristen, Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Percaya dan menerima secara pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat berarti hidup kudus, mengampuni atau memaafkan bukan mendendam, bersukacita bukan bermuram wajah, kata-katanya bermakna bukan mengumpat atau berkata yang kotor atau jorok, tekun dalam bersekutu dan berdoa secara pribadi maupun bersama-sama dengan orang lain, setia membaca Alkitab dan dalam pelayanan, rajin bekerja, berserah dan berpengharapan hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Pertama, Injil Lukas 24:19, Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, Juru Selamat manusia, Messias yang dijanjikan, itu sudah datang dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Dalam bacaan Injil Lukas 24:13-30, dua orang dari murid Yesus yang pergi ke Emaus itu hanya mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai nabi yang berkuasa lebih daripada nabi-nabi sebelumnya. Tuhan Yesus Kristus berkuasa atas segala sakit penyakit, yaitu telah disembuhkan segala penyakit, buta-bisu-lumpuh-demam-dirasuk setan-kusta, dll yang dialami oleh orang-orang di Galilea bahkan orang mati dibangkitkanTuhan Yesus Kristus berkuasa mengampuni dosa manusia, kuasa ini tidak ada pada nabi-nabi sebelumnya.
Kedua, Injil Lukas 24:21, Tuhan Yesus Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati, yang menjadi pendamai antara Allah dan manusia berdosa, yang menjadi penebus dosa bagi manusia, yang bangkit dari kematian, yang bukan hanya membaskan bangsa Israel dari penindasan secara kekuasaan Romawi atau secara politik kekuasaan, tetapi pembebasan dari belenggu dosa, dan pada waktunya nanti akan datang sebagai Raja di atas segala raja, yang akan memerintah bersama para orang saleh yang juga memiliki tubuh kebangkitan seperti Tuhan Yesus Kristus dalam Kerajaan Syaloom atau Kerajaan 1000 tahun di bumi.
Ketiga, mengakui dengan perbuatan dan atau perkataan dalam hidup sehari-hari bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Mesias yang dijanjikan Allah melalui para nabi, Mesias itu harus menderita untuk masuk pada kemuliaan-Nya. Dengan kata lain bersaksi atau melayani atau dalam bahasa lain memiliki integritas Kristen atau jati diri Kristen atau memiliki satunya kata dan perbuatan Kristen dalam seluruh aspek hidupp di dunia ini. Kedua orang murid Tuhan Yesus itu akhirnya sadar dan koreksi atas kesalahannya itu. Setelah mereka memberi waktu untuk hidup bersama dengan Tuhan Yesus Kristus sepanjang waktu perjalanan ke Emaus dan selama mereka berada di meja makan pada waktu makan di Emaus.
Mereka melihat bagaimana cara Tuhan Yesus Kristus itu duduk, mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecahkan roti itu dan memberikannnya kepada mereka. Injil Lukas 24:35 mencatat, murid-murid itu mengenal Tuhan Yesus Kristus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti di hadapan mata mereka. Puji Tuhan. Marilah kita menyadari atas kesalahan mengenal dan berharap kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan dengan pengenalan dan pengharapan yang benar kepada Tuhan Yesus Kristus, marilah kita tingkatkan kualitas hidup iman Kristen dalam kehidupan di keluarga, masyarakat dan bergereja. Agar dunia mengenal Tuhan Yesus Kristus dan memuji memuliakan Nama-Nya. Haleluya. Amin.
Bacaan I : Kis. 2:14a, 35-41 Tanggapan: Mazmur 116:1-4, 12-14
Bacaan II: 1 Pet. 1:17–23 Bacaan III : Lukas 24:13–35
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 8 Mei 2011
Add comment