
Sering kita tidak menghargai sesuatu yang sangat bernilai, ketika sesuatu yang sangat bernilai itu telah kita miliki kita tidak menghargainya. Kita menganggap remeh karena sudah terlalu biasa, bahkan membiarkannya rusak oleh sebab yang sebenarnya bisa kita hindarkan.
Hal yang sama bisa terjadi pada kehidupan beragama. Boleh jadi kita kurang mengarahkan hidup kita kepada Kristus, padahal banyak orang-orang yang tidak Kristen berusaha untuk mencari arti hidup ini pada Kristus.
Kita menemukan cerita dalam Injil, ketika orang-orang majus dari Timur, datang dari jauh bersusah payah mencari Almasih, dan mereka menemukanNya. Mereka orang-orang kafir yang berprihatin terhadap kelahiran Yesus dan mencari keterangan tentang Dia, sedangkan para imam dan ahli Taurat yang setiap hari membaca Kitab, ternyata imannya dangkal dan tidak berusaha menjumpai anak yang baru lahir itu. Herodes ingin pergi ke Betlehem, tetapi dengan maksud jahat, yaitu ingin membunuhnya. Mungkin hal yang sama terjadi dengan kita. Kita memang Kristen, tapi seberapa sering kita mencari dan mengarahkan hidup kita kepada Yesus?
Sikap yang diharapkan muncul dalam permenungan kita adalah agar orang beriman terus mencari seperti para majus, bukan menutup hati dan budi meskipun sudah mengetahui dari Kitab Suci dan pemberitaan orang lain seperti yang ditunjukkan oleh sikap Herodes.
Mengapa dalam kisah ini ditegaskan bahwa orang-orang majus itu datang "dari Timur"?
Penegasan itu diberikan untuk mengemukakan bahwa orang yang menyembah Yesus itu bukan orang-orang Yahudi, melainkan orang-orang asing. Istilah "dari Timur" berarti dari luar negeri.
Orang-orang majus mengetahui lokasi kanak-kanak Yesus, raja yang baru dilahirkan itu, dengan mengikut bintang ajaib, yang dilihatnya di Timur di negeri mereka yang jauh dari tanah Israel. Hal itu ditulis untuk menegaskan bahwa kanak-kanak Yesus itu membawa terang bagi dunia. Tidak hanya menyelamatkan umat Yahudi melainkan bagi semua bangsa, termasuk kita.
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 1 Januari 2012
Bacaan I : Yesaya 60 : 1 – 6
Tanggapan: Mazmur 72:1-7; 10-14
Bacaan II: Efesus 3 : 1 – 12
Bacaan III : Matius 2 : 1 – 12
Add comment