Bacaan Leksionari
PL: Kejadian 17 : 1 – 16
Tanggapan: Mazmur 22 : 23 – 31
PB: Roma 4 : 13 – 25
Injil: Markus 9 : 2 – 9 atau Markus 8 : 31 – 38
Bagi orang pada umumnya penderitaan harus dihindari. Dalam hidup ini jangan sampai rugi baik secara material ataupun yang non material, apalagi harus kehilangan nyawa. Tetapi bagi Yesus, cara pandang yang seperti ini tidak berlaku.
Sejak awal, Tuhan Yesus tahu betul bahwa kehadiran-Nya ke dunia ini untuk menjalankan suatu misi besar, yaitu untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dalam rangka melaksanakan misi itu, Tuhan Yesus pun menyadari betul bahwa Ia harus mengalami penderitaan, harus ditolak, bahkan dibunuh (Markus 8:31). Penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus bukan hanya terbatas pada penderitaan secara fisik saja, tetapi ia juga harus mengalami penderitaan-penderitaan secara psikis dengan ditolak, dihina, tidak dipercaya, disangkal dan dikhianati, bahkan oleh murid yang Ia kasihi
Kenapa Tuhan Yesus meskipun tahu bahwa ia akan menderita, tetapi Ia tetap bersedia untuk menjalani misi besar Allah ini?
Jawabanya tidak lain adalah karena Ia mengasihi kita. Karena kita ini berharga dimata Allah, sehingga Allah tidak membiarkan kita untuk terus jauh dari Allah dan berbuat dosa.
Kehadiran Yesus ke dunia dan kesediaannya untuk menderita adalah dalam rangka melakukan karya pemulihan atas hubungan manusia dengan Allah, sesama dan alam yang sudah rusak karena dosa manusia.
Dan pengorbanan Yesus ini bukan hanya ditujukan kepada orang-orang tertentu saja, tetapi kepada semua orang. Semua orang tanpa terkecuali adalah berharga dimata Tuhan. Setiap orang punya kedudukan dan peranannya masing-masing. Apapun pandangan orang terhadap mereka yang dianggap berbeda atau mereka yang memiliki kekurangan, sesungguhnya mereka penting di hadapan Allah. Oleh Allah mereka diterima dan menjadi bagian penting dalam rencana Allah yaitu untuk mewujudkan karya pemulihan bagi dunia ini.
Karena hubungan kita dengan Allah sudah dipulihkan, maka kita pun dipanggil untuk berperanserta dalam karya pemulihan Allah dengan sesama dan alam, karena sesama dan alam juga berharga dan dikasihi oleh Allah .
Tim Penyusun Renungan
----- VMSW ----
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 8 Maret 2009 Nomor : 10/2009
Add comment