
Ketika saya memasuki sebuah mall apapun namanya, saya merasakan bagaikan masuk pada sebuah dunia yang kecil. Karena disitu banyak sekali aktivitas yang terjadi, mulai dari orang bersosialisasi, menawarkan barang maupun jasa, membeli sebuah barang atau kebutuhan hidup keseharian, dan ada juga orang yang hanya ingin menikmati kesendiriannya di tengah keramaian. Demikian juga, ketika memasuki sebuah mall maka kita akan disuguhkan beraneka macam barang dan jasa yang menarik perhatian kita. Dengan kata lain kita akan ditawarkan dan menghadapi berbagai macam pilihan yang sudah disediakan. Dan kita dibebaskan untuk menentukan pilihan kita sesuai dengan tujuan kedatangan kita.
Begitu juga di dalam dunia yang nyata ini, ada berbagai macam pilihan yang selalu ditawarkan dalam kehidupan kita. Kita bebas menentukan pilihan-pilihan yang ada dalam kehidupan kita, tentunya sesuai dengan motivasi kehidupan kita di dunia ini. Namun permasalahannya adalah ketika pilihan-pilihan yang disediakan dalam dunia nyata kita ini belum tentu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Kebanyakan justru pilihan tersebut yang sering menggoda kita untuk masuk dan melakukannya. Sehingga oleh karena 'kemasan' yang menggiurkan kita terjebak dalam pilihan tersebut dan kebenaran firman Tuhan seringkali diabaikan. Kecenderungan kita untuk masuk dan melakukannya inilah, yang oleh Rasul Paulus dikatakan sebagai 'keinginan daging' (Rom 8:7, band Gal 5: 16-19). Yang seringkali berlawanan dengan Firman Tuhan (Roma 8: 8). Padahal idealnya bahkan seharusnya, kita lebih menonjolkan 'keinginan Roh' yaitu keinginan Tuhan dalam kehidupan manusia. Karena kita sudah menerima kehidupan yang merdeka dari hukuman dosa melalui karya penyelamatan Allah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Sehingga kehidupan kita tertuju pada keinginan Tuhan di dalam firmanNya yang mendatangkan keselamatan dalam kehidupan kita.
Kondisi demikian oleh Tuhan Yesus diumpamakan sebagai 'benih yang tumbuh di dalam semak berduri' (Mat 13: 7), karena perumpamaan tersebut menggambarkan bagaimana Firman Allah diterima namun diabaikan oleh berbagai tipu muslihat dan kekayaan yang ditawarkan oleh dunia (Mat 13: 22). Sehingga Firman yang menjadi sumber kehidupan yang menyelamatkan (Yes 55: 10) tidak lagi menjadi pusat dalam kehidupan kita. Firman tersebut hilang dengan himpitan 'semak duri' yang sudah mengakar kuat dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, kita sekalian yang sudah menerima 'benih kehidupan' harus bersedia memangkas 'semak duri' yang menghalangi benih itu tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan kita. Marilah kita bersihkan 'semak-semak' yang merambat dalam hati sehingga hati kita menjadi 'tanah yang baik' bagi tumbuhnya benih tersebut supaya benih yang kita terima, yang adalah Firman Tuhan tak hilang percuma. Tuhan sebagai sumber kehidupan memberikati kita. Amin.
Bacaan I : Yesaya 55: 10 – 13
Tanggapan: Mazmur 65: 1-8, 9-14
Bacaan II: Roma 8: 1 – 11
Bacaan III : Matius 13:1–9, 18-23
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 10 Juli 2011
Add comment