
Minggu ini kita memasuki Penutupan Pekan Pendidikan Kristen yang diselenggarakan oleh LPPPK Sinode. Tujuan dari Pepenkris sendiri adalah menumbuhkan karakter anak-anak, baik usia dini, remaja dan pemuda yang ideal. Pertanyaannya adalah karakter apa dan bagaimana yang ideal sehingga menunjukkan anak, remaja, pemuda yang berkarakter? Tentunya dalam konteks Pekan Pendidikan Kristen, karakter yang ideal adalah yang sesuai dengan karakter Kristus. Lalu apa saja yang dapat dikategorikan sebagai karakter Kristus? Setidaknya yang dapat kita lihat:
- Peduli dengan orang-orang yang terpinggirkan.
- Kejujuran.
- Ketaatan akan tugas dan tanggung jawabNya.
- Menunjukkan kasihNya kepada semua orang.
- Kerendahan hatiNya sebagai seorang hamba.
Ketika seorang anak, remaja, pemuda memiliki karakter yang demikian maka dapat dipastikan dalam kehidupannya akan senantiasa menumbuhkan kebaikan-kebaikan, baik bagi dirinya maupun orang-orang disekitarnya. Karena disadari dalam perkembangan kehidupan moral dewasa ini berpotensi besar untuk membangun karakter anak yang penuh dengan persaingan, satu dengan yang lain saling mengalahkan dan tidak peduli dengan orang-orang yang terpinggirkan. Supaya dapat menumbuhkan karakter Kristus dalam diri anak, pemuda dan remaja maka, diperlukan sebuah pendidikan bagi mereka untuk dapat mengerti, memahami dan melakukannya. Namun dalam pendidikan tersebut tidak hanya berpusat mengenai sistem dan materi ajar saja sehingga mereka dalam memiliki karakter Kristus. Akan tetapi yang terutama adalah tenaga pendidik yang menjadi model bagi mereka dalam mencitra karakter Kristus dalam kehidupannya.
Tenaga pendidik tersebut dapat tempatkan sama seperti Rasul Paulus ketika dia menjadi 'guru' dari Timotius yang masih awam dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan Allah.
Tentunya ada idealisme yang diterapkan kepada Timotius sehingga dia mendapatkan tugas yang demikian. Yang tidak lain adalah adanya karakter Kristus di dalam dirinya. Dalam memberikan pendidikan kepada Timotius, Rasul Paulus tidak hanya menuliskan suratnya seperti yang dapat kita baca dalam I Timotius 1: 5-19. Sehingga Timotius dapat mengerti akan tugas dan panggilannya. Namun Rasul Paulus juga menjadi model yang mencitrakan karakter Kristus yang dapat dilihat dan ditiru oleh Timotius. Dalam pelayanan Paulus dapat kita lihat bagaimana dia memperjuangkan kesamaan hak dan kewajiban bagi orang-orang Yunani yang tidak bersunat sebagai anggota tubuh Kristus. Dia juga berinisiatif untuk membantu orang-orang miskin di Yerusalem dengan mengumpulkan kolekte dari jemaat-jemaat pelayanannya. Dan begitu gigihnya dia memberitakan Injil hingga dia dipenjara berulang-ulang. Dan dengan jujur menceritakan masa lalunya yang kelam kepada Timotius sebagai seorang penghujat dan penganiaya pengikut Kristus.
Ketika kita mempunyai harapan bagi generasi penerus kita untuk memiliki karakter Kristus dalam diri mereka, maka tumbuhkanlah terlebih dahulu karakter Kristus dalam diri kita. Sudah banyak argumentasi, pemahaman dan pembicaraan bagaimana supaya anak, remaja dan pemuda memilki karakter Kristus dalam diri mereka. Namun tidak banyak mereka menemukan karakter Kristus yang dapat mereka lihat dan teladani. Oleh karena itu marilah kita menjadi Paulus masa kini yang memunculkan Timotius-Timotius muda masa kini. Dengan demikian generasi penerus kita dapat menjadi terang dan garam di tengah-tengah dunia ini. Tuhan memberkati. Amin.
Bacaan: Timotius 1 : 5 – 19
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 28 Agustus 2011
Add comment