
Hari ini gereja memasuki Minggu Adven ketiga. Pada Minggu Adven kedua jemaat telah didorong untuk menunjukkan pertobatan dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Bagaimana proses perjuangan dalam menunjukkan sikap pertobatan itu? bukankah banyak tantangan yang dihadapi? Kiranya tantangan-tantangan yang ada tidak mematahkan semangat untuk menunjukkan sikap pertobatan. Bahkan gereja diharapkan mampu menunjukkan sikap yang lainnya. Apakah itu?
Pada saat Rasul Paulus melihat jemaat di Filipi menghadapi banyak tantangan, godaan, tekanan, penindasan dan kesengsaraan; ia tidak menasehati jemaat di Filipi untuk menyerah dan bersedih. Ia juga tidak menasehati jemaat di Filipi untuk menggunakan cara-cara yang tidak baik dan jahat dalam mencapai tujuannya. Perlu diketahui bahwa saat menasehati jemaat di Filipi, rasul Paulus sedang dipenjara, mengalami penganiayaan dan tekanan dari musuh-musuhnya. Paling tidak dapat ditemukan dua nasihat rasul Paulus dalam Filipi 4:4-7.
Pertama, Rasul Paulus menasehati supaya jemaat di Filipi bersukacita (Filipi 4:4). Nasehat untuk bersukacita juga dikemukakan oleh Nabi Zefanya kepada bangsa Israel yang tertindas, teraniaya dan menderita (Zefanya 3:14-20) dan Nabi Yesaya juga mengajak bangsa Israel bersukacita (Yesaya 12:1-6). Jadi, sikap yang harus ditunjukkan gereja dalam menantikan kedatangan Tuhan adalah sukacita.
Kedua, supaya jemaat di Filipi menunjukkan kebaikan hatinya kepada semua orang (Flp 4:5).
Menurut Yohanes Pembaptis, bentuk konkrit kebaikan hati itu antara lain membagikan baju kepada orang lain yang tidak punya baju seandainya yang bersangkutan paling tidak mempunyai dua baju (Luk 3:3); dan barangsiapa mempunyai makanan hendaknya membagikan makanannya kepada yang tidak mempunyai makanan. Kesimpulan kedua, dalam masa penantian gereja harus menunjukkan kebaikan hati kepada semua orang.
Mengapa kedua (sukacita dan baik hati kepada semua orang) hal itu harus ditunjukkan jemaat? Alasan rasul Paulus sederhana, yakni bahwa Tuhan sudah dekat! Yang dimaksud adalah bahwa hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali tidak akan lama lagi. Kalau Tuhan datang berarti segala penderitaan akan digantikan dengan sorak sorai, segala penindasan akan digantikan pujian dan hormat.
Mengertilah sekarang bahwa pada Minggu Adven ketiga ini jemaat sebenarnya didorong dan dinasehati supaya "jangan hanya diam menunggu". Selamat menunggu dengan terus bersukacita dan dengan terus menunjukkan kebaikan hati kepada semua orang. Tuhan memberkati. Amin.
Bacaan I : Zefanya 3:14–20
Tanggapan: Filipi 4: 4-7
Bacaan II: Yesaya 12 : 1 – 6
Bacaan III : Lukas 3 : 7 – 18
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 16 Desember 2012
Add comment