Bacaan; Leksionari:
PL : Yesaya 43 : 1 – 7
PB : Kis. 8 : 14 – 17
Tanggapan : Mazmur 29
Injil : Lukas 3 : 15 – 22
Jemaat Tuhan Yang Terkasih,
Saat anak terbangun ditengah malam yang sepi, anak-anak sering merasakan takut. Lebih-lebih bila suasana kamar gelap karena lampu mati, ditambah suara-suara yang asing disekitar rumah kita. Disaat-saat seperti ini anak-anak memerlukan belaian atau dekapan orang tua.
Disaat dewasa, rasa takut membuat manusia tidak tenang. Tidak bisa bekerja dengan baik, bahkan bisa membuat manusia putus asa. Takut kehilangan orang yang dikasihi, takut kehilangan pekerjaan, takut rumah tangganya hancur dan sebagainya. Dengan demikian rasa takut merupakan. ”momok” dalam kehidupan.
Dalam keadaan ini Roh Kudus yang adalah Allah sendiri, hadir dan menyertai manusia agar manusia tidak terbelenggu oleh rasa takut. Bahkan dalam bahaya sekalipun manusia diharapkan dapat menghadapinya dengan tenang, karena hidupnya disertai Roh Kudus.
Dalam bacaan ini Yesaya menyatakan bagaimana Allah memberikan kekuatan dan penghiburan bagi bangsa Israel yang berada dalam pembuangan di Babel. Dalam pembuangan mereka hidup sengsara. Sebagai bangsa yang ditaklukkan, harga diri mereka terkoyak dan terinjak-injak. Mereka diliputi ketakutan, ketidakpastian hidup dan tanpa pengharapan. Dalam kondisi ini bangsa Israel memerlukan penguatan, penghiburan dan penyertaan. Dan Tuhan memberikan penguatan:
1. Jangan takut (Ay. 1 & 5).
Dalam keadaan ketakutan dan ketidakpastian, kalimat ini sangatlah menyejukkan hati. Apalagi penguatan ini datang dari Allah sendiri yang telah menebus dan menyertai umatNya. Walaupun sekarang mereka masih dalam penderitaan pembuangan. Allah pasti akan menebus mereka – memulangkan mereka kembali ke Israel.
2. Engkau berharga dimata-Ku (Ay. 4)
Sebagai orang buangan, keberadaan Israel tentu sangat memilukan. Dari bangsa terpilih sekarang menjadi tawanan. Harga diri mereka sebagai bangsa pilihan terkoyak. Mereka kehilangan harga diri dan rasa percaya diri.
Dengan penguatan Allah ini mereka kembali menemukan kepercayaan diri untuk menjalani hidup bersama dan dijalan Tuhan.
3. Allah menyertai engkau (Ay. 5)
Peristiwa pembuangan mendatangkan keraguan bagi Israel. Kalau Allah menyertai, mengapa mereka mengalami pembuangan? Allah menjawab keraguan itu dengan penegasan bahwa Allah lah yang menyertai. Tuhan akan menghimpunkan seluruh keturunan Israel menjadi bersatu padu dan mereka akan disebut sebagai anak-anak Allah (Ay. 6).
Penyertaan Allah dimasa pembuangan dinyatakan juga dalam Kisah Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego dan juga Ester.
Dalam peristiwa Baptisan Tuhan Yesus, penyertaan Allah juga dinyatakan bersamaan dengan Baptisan tersebut Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati. Turunnya Roh Kudus itu mempunyai dua arti:
1. Allah mengasihi anakNya. Kasih Allah kembali dinyatakan secara nyata melalui hadirnya Roh Kudus.
2. Allah berkenan kepada Yesus. Tuhan Yesus mewakili keberadaan manusia. Dan pernyataan bahwa Allah tetap berkenan kepada manusia adalah penegasan yang indah. Manusia telah terpisah dari Allah, hidup manusia jauh dari Allah. Sekarang ditegaskan bahwa Allah tetap berkenan.
Roh Kudus kembali menegaskan tentang keberadaan manusia yang tetap berharga dimata Allah. Kasih, penyertaan dan perkenan Allah tidak pernah berhenti, tetapi senantiasa diberikan bagi manusia. Dengan demikian hidup manusia tidak perlu mengalami ketakutan lagi.
Jangan takut, Aku menyertai engkau. Amin.
Add comment