
Anak – anak yang percaya dirangkul olehNya
Dan menjadi mutiara kesayanganNya
Refr.:
Tiap orang percaya kelak bercahaya
Bagai intan permata dimahkotaNya.
Hai semua, tua-muda, terimalah Dia!
Bagi kita tersedia tempat mulia,
Refr.:
Tiap orang percaya kelak bercahaya
Bagai intan permata dimahkotaNya.
(Kidung Jemaat 274: 3, 4)
Segala sesuatu yang Tuhan Allah Firmankan dan lakukan adalah bagi kebaikan manusia. Sehingga sudah semestinya manusia menerimanya dengan penuh syukur serta mengakui bahwa tidak ada kuasa atau ilah lain yang layak untuk dimuliakan kecuali Tuhan Allah.
Otoritas nabi berada pada rasa hormat dan tunduk untuk menyampaikan pesan Tuhan, nabi ditetapkan untuk menyampaikan pesan Allah bagi umatNya. Pesan tersebut bersifat mengikat. Ia tidak boleh mengklaim otoritas kenabiannya untuk kepentingan dirinya atau pihak lain. Tidak ada kepentingan lain dari pesan yang disampaikannya selain dari Allah.
Kepentingan Allah yang disampaikan baik melalui Firman maupun perbuatanNya yang agung diperuntukkan bagi kebaikan umatNya. Dengan demikian sudah semestinya umat menaikkan pujian syukur atas segala kebaikanNya dan melakukan tugas tanggungjawabnya selaku pribadi-pribadi yang telah mendapat kasih karunia Allah.
Rasul Paulus mengatakan bahwa hanya kepada Allah umat mempersembahkan syukur dan hormat. Tidak ada allah lain, termasuk diantaranya adalah berhala. Jadi jemaat diperingatkan agar tidak mengakui keilahian berhala dengan cara tidak melakukan persembahan kepada berhala
Peristiwa Tuhan Yesus mengusir roh jahat yang merasuki orang dilakukan dalam rangka menegakkan kemuliaan Allah di tengah-tengah manusia. Tuhan Yesus tidak mau berkompromi dengan roh jahat itu. Hal itu dilakukan demi kebaikan manusia, yakni terbebas darikuasa kegelapan.
Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus menggunakan kemuliaanNya bukan untuk diriNya sendiri, melainkan demi kebaikan manusia yakni agar terbebas dari penindasan, kemiskinan, dan kuasa kegelapan. Immanuel – Amin.
Bacaan I : Ulangan 18 : 15 – 20
Tanggapan: Mazmur 111
Bacaan II: 1 Kor. 8 : 1 – 13
Bacaan III : Markus 1 : 21 – 28
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 29 Januari 2012
Add comment