
Hari ini adalah akhir dari tahun Liturgi A. Mulai besuk Minggu tanggal 30 Nopember 2014 kita sudah memasuki tahun liturgi baru. Advent I adalah awal dari Tahun Liturgi yang baru. Setiap saat kita mengakhiri tahun liturgi, kita di ajak untuk menghayati kemahakuasaan Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja yang berkuasa baik di surga maupun di bumi.
Pengakuan iman bahwa Tuhan Yesus adalah Raja semesta alam ini memberi pengharapan jemaat akan jaman akhir. Jaman akhir bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi menjadi sesuatu yang dinantikan. Dia adalah Sang Alfa dan Omega, Dia juga yang akan memberi keselamatan kepada yang percaya kepadaNya.
Seluruh bacaan kita hari ini mengacu pada keberadaan Tuhan Sang Raja semesta alam. Hanya saja keberadaan Tuhan sebagai Raja tidak dapat dilepaskan dari perannya sebagai gembala yang mencari domba-dombaNya. Tidak hanya mencari dombaNya tetapi juga membalut yang luka, menguatkan yang sakit, yang gemuk dan kuat dilindungi. Para domba itu tidak diserahkan pada hari yang berkabut dan penuh kegelapan. Mereka justru akan dibawa ke tempat yang subur dan penuh kesukacitaan.
Tuhan Yesus sebagai Raja Semesta dengan jelas juga diungkapkan melalui kitab Matius 25: 31- 46. Sebagai Raja alam semesta, Tuhan Yesus bersemayam di atas tahta kemuliaanNya. Dia akan mengumpulkan semua bangsa dan akan memisahkan di antara satu dengan yang lainnya. Bagi yang terpilih, merekalah yang terberkati dan mereka juga berhak atas kerajaan bersama dengan Sang Raja Semesta alam.
Lalu siapakah yang terberkati? Yang terberkati adalah mereka yang memberi makan kepada lapar, yang memberi minum kepada haus, yang memberi tumpangan kepada orang asing. Apa yang mereka lakukan kepada mereka yang papa sebenarnya mereka lakukan untuk Tuhan sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi? Hal itu bisa terjadi karena Tuhan Yesus sebagai Raja, adalah Raja yang selalu hadir dalam kehidupan mereka yang menderita baik itu karena lapar, karena haus karena sakit, karena diasingkan dll. Bukankah sejak kelahiranNya, Tuhan Yesus telah menunjukkan keberpihakannya kepada yang lemah.
Karya Tuhan Yesus sebagai raja yang hadir di tengah penderitaan umat ini tentunya memberi harapan kepada kita bahwa Dia pun hadir dalam pergumulan hidup kita. Dia hadir di saat kita lemah, Dia hadir di saat kita merasa sendiri, Dia hadir dalam setiap persoalan hidup kita. Namun penghayatan bahasa. Tuhan Yesus adalah. Raja semesta alam juga memanggil kita sebagai gereja untuk hadir dan memihak mereka yang papa, mereka yang sakit, mereka yang lemah, mereka yang diasingkan.
Bacaan I : Yehezkiel 34:11-16, 20-24
Mazmur Antar Bacaan : Mazmur 100
Bacaan II : Efesus 1:15-23
Bacaan Injil : Matius 25:31-46
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 23 November 2014
Add comment