
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Pada dasarnya manusia menginginkan kebebasan. Manusia ingin bebas sebebas-bebasnya tidak suka diatur atau dibatasi sehingga peraturan-peraturan atau hukum dianggap belenggu dan layak untuk dilanggar. Tuhan Yesus Sang Pembebas. Karya pembebasannya bermakna:
1. Pembebasan atas belenggu dosa.
Di dalam Kristus Alah menebus dosa-dosa manusia dan membuat hidup manusia di bawah kasih Karunia Allah. Kebebasan yang diterima manusia tetap berada dalam pimpinan Allah dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
2.Pembebasan dari kungkungan tembok-tembok keakuan, kesombongan yang memisahkan manusia dengan Allah dan dengan sesamanya. Tuhan memberikan karunia atau talenta yang berbeda-beda yang digunakan untuk mempersatukan.
Contoh: Ada yang diberi karunia atau talenta sebagai pendidik/guru untuk mencerdaskan murid-muridnya tanpa pilih-pilih. Ada yang diberi karunia atau talenta sebagai dokter, menolong orang-orang sakit, siapapun dia tanpa pilih-pilih. Bahkan sebagai tukang pengambil sampah semua ada kaitannya saling membutuhkan.
3. Pembebasan yang berarti menyadarkan manusia akan kehadiran dan karya Allah didalam hidupnya.
Pemazmur merasakan perjumpaan dengan Tuhan melalui TauratNya. Dalam Taurat itu Tuhan menyatakan diri dan kehendakNya atas kehidupan ini. Betapa berharganya Taurat itu bagi mereka yang takut akan Tuhan, karena memberi petunjuk yang tepat untuk menjalani kehidupan, sekaligus menyadarkan manusia akan kelemahan dan keterbatasannya dan menunjukkan akan Kemuliaan dan Kasih Tuhan dalam hidupnya.
Pada zaman ini banyak orang hidup dalam dosa dan kesesatan tanpa menyadari hal itu. Hal ini tampak dalam sikap menolak nasehat dan teguran, sama seperti orang-orang Nasaret yang tidak sadar diri sehingga tidak mau menerima Yesus yang berusaha menyadarkan mereka akan dosa dan kelemahannya.
Jemaat yang di kasihi Tuhan.
Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita dan menyatakan karya pembebasan melalui firmanNya. Begitu besar peran firman Tuhan bagi kehidupan manusia. Orang-orang Yahudi yang pulang dari pembuangan merasa haus dan rindu akan Taurat Tuhan. Ketika Taurat itu di bacakan dan di ajarkan pada mereka oleh Ezra, merekapun sangat terharu.
Bagaimana dengan kita?
Apakah firman Tuhan mendapatkan tempat yang spesial dalam hidup kita?
Marilah kita sediakan tempat bagi Firman Tuhan dalam hidup kita setiap hari agar kita dibebaskan dari ketidak sadaran akan dosa-dosa kita.
Biarlah Firman Tuhan senantiasa memperbarui hidup kita dari hari ke hari.
Roh Kudus akan senantiasa menerangi hati kita, Roh Kudus akan senantiasa menolong dan memampukan kita untuk melakukan firmanNya. Amin.
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 27 Januari 2012
Add comment