
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Bagaimanakah ukuran kesalehan seseorang itu? Biasanya orang menilai kalau seseorang rajin beribadah, aktif kegiatan gereja atau orang tersebut sudah sejak kecil jadi orang Kristen, bahkan mungkin karena seseorang jadi pemimpin atau pemuka agama, maka mereka ini dianggap atau dinilai sebagai orang yang saleh. Benarkah demikian?
Lama jadi orang Kristen atau sejak kecil jadi orang Kristen, aktif kegiatan gereja sebagai pemimpin atau pemuka agama, tetapi mempunyai kebiasaan tidak baik kepada sesamanya, tutur katanya pedas, sering menyakiti hati orang lain, kata-katanya tidak bisa dipercaya, apa itu bisa dikatakan orang saleh?
Jemaat yang terkasih,
Apakah kita memang membutuhkan figur kesalehan? Apakah kesalehan orang itu memang ada ? Atau baru merupakan pengharapan saja?
Kesalehan seseorang akan terlihat dari perilakunya sehari-hari? Tekun berbakti, rajin berdoa , takut akan Tuhan, rendah hati tidak sombong, sabar, jujur, selalu bersyukur. Mensyukuri apa yang diberikan Tuhan dalam kehidupannya. Karena merasa dan mengakui bahwa hidupnya adalah anugerah Tuhan. Ada atau tidak adakah orang semacam itu pada saat ini? Kalau tidak ada bagaimana Kristus nampak dari kehidupan kita?
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Manusia telah jatuh dalam dosa, Cedera manusiawi inilah yang memungkinkan kesalehan yang kita gambarkan tadi menjadi tidak nampak.
Namun Tuhan senantiasa mengasihi umatNya. Tuhan menghendaki agar manusia termasuk kita orang percaya mendapatkan hidup yang kekal di Surga.
Mengingat manusia berada dalam kondisi cedera manusiawi (dosa dan lemah) maka agar manusia dapat melakukan hidup seturut dengan kehendakNya. Tuhan menghadirkan Penolong agar manusia benar-benar mampu melakukan
Nya. Penolong itu adalah Roh Kudus. Roh kebenaran.
Wujud penyertaan Roh kudus difokuskan sendiri oleh Yesus sebagai wujud kehadiranNya lagi dalam kehidupan manusia sepanjang masa. Orang beriman diingatkan bahwa siapa yang memegang PerintahNya dan melakukan, maka orang itu lah yang mengasihi Yesus, dan orang itu akan dikasihi Bapa disurga.
Jemaat yang terkasih
Bagaimana dengan Kristus yang ditempatkan di hati dan dikuduskan sebagai Tuhan? Melalui kesadaran Kristus yang tinggal dihati, maka orang/ kita diharapkan berusaha untuk hidup kudus, dengan menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan kita sehingga didalam keadaan susah atau senang, sakit atau sehat, dalam kondisi cukup atau kekurangan kita selalu tetap bersyukur karena kita yakin Tuhan hadir didalam hidup kita, bukan ketika memberi berkat saja. Berani menderita tetap bersyukur, Dengan hati yang iklas dan jernih melandasi setiap perbuatan kita. Dengan demikian kita selalu memuliakan dan mengkuduskan Kristus dalam hati kita.
Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.
Bacaan I : Kis. 17:22-31
Tanggapan: Mazmur 66:8-20
Bacaan II: 1 Pet. 3:13–22
Bacaan III : Yohanes 14:15–21
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 29 Mei 2011
Add comment