
Jemaat yang terkasih,
Masa Depan adalah sebuah misteri yang menyelimuti setiap kehidupan seseorang. Meskipun banyak di antara manusia memiliki agenda yang akan dilakukan. Namun yang terjadi hanyalah sebuah kemungkinan-kemungkinan. Kemungkinan besar dapat terlaksana, akan tetapi juga ada kemungkinan tidak terlaksana. Sehingga meskipun manusia memiliki rancangan, namun belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebagian besar ketika seseorang mengalami kenyataan semacam ini, maka munculah kebimbangan dan putus asa. Keadaan inilah yang menyebabkan seseorang dapat menghentikan langkah kehidupannya. Terlebih pada saat-saat ini, banyak orang menerima berbagai macam desakan kehidupan yang acapkali tidak sesuai dengan harapan yang ada. Biaya kebutuhan hidup yang semakin meningkat yang di dalamnya meliputi: biaya pendidikan yang tidak murah dengan berbagai kompetisi yang ada; biaya pemenuhan fasilitas hidup seperti rumah, kendaraan dll. Ditambah lagi dengan berbagai persoalan kehidupan yang menyangkut relasi antar individu. Semakin memberikan kemungkinan bagi seseorang mengalami kebimbangan dan putus asa.
Kenyataan semacam ini tidak terelakkan bagi siapapun. Artinya semua orang dimungkinkan mengalami keadaan yang sulit. Bahkan bagi seorang “anak Tuhan” sekalipun, dapat menerima keadaan yang demikian. Dimana mereka dibenturkan oleh kencangnya gelombang kehidupan. Sehingga fokus dan tujuan hidup ini adalah untuk membentengi diri dari deru gelombang kehidupan dengan mengejar materi. Yang kadang-kadang mengabaikan banyak hal misalnya: perhatian, ketulusan, kejujuran, cinta, dan pelayanan kepada Tuhan. Sehingga kehidupannya menjadi “mati”, tidak dapat merasakan sapaan Allah di dalam kehidupannya. Kondisi yang demikian di gambarkan oleh Tuhan Yesus dalam bacaan kita ayat 25-26, yaitu kekacauan. Nilai-nilai kehidupan yang baik disingkirkan supaya terhindar dari deru gelombang kehidupan. Oleh karena itu pada ayat-ayat selanjutnya, Tuhan Yesus mengingatkan kembali bagaimana para anak Tuhan mengambil sikap. Ayat 28, Tuhan Yesus mengatakan “bangkitlah dan angkatlah mukamu”.
Menandakan bahwa anak-anak Tuhan berdiri teguh menghadapi deru gelombang kehidupan. Dengan mengingat dan percaya akan karya Allah yang menyelamatkan hidupnya. Kemudian ayat 31, Tuhan Yesus mengingatkan kita supaya memiliki harapan akan kondisi yang baik, datangnya Kerajaan Allah. Yang mensaratkan kita untuk tidak berhenti berharap. Dan yang terakhir, ayat 34, Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk tidak meninggalkan nilai-nilai kehidupan yang baik, entah menerima atau tidak, keadaan yang sulit. Dengan demikian ada kepastian hidup yang kita terima, pada masa mendatang ketika hari Tuhan tiba.
Pada saat ini kita semua memasuki masa Advent, masa penantian datang-Nya Kristus ke dalam dunia ini. Di tengah-tengah deru gelombang kehidupan yang menerpa, marilah kita bersama-sama melangkah dengan pasti. Dengan berdiri teguh mewujudkan nilai-nilai kehidupan yang membawa kebaikan, penghaarapan dan keselamatan bagi kita semua. Selamat menyambut kedatangan Tuhan. Tuhan memberkati. Amin.
Bacaan: Lukas 21:25-36
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 4 Desember 2012
Add comment