
Sanadyan rumpil marginya
Nging Gusti tansah nganthi
Nadyan ribed lan sangsara
Datan semplah ing ati
Refr : Margining Salib ingambah
Mbangun turut maring Allah
Mbabarken tresna sejati
Mrih jagad tentrem basuki
(KPK Anyar 82: 4)
Rasul Paulus dalam Ibrani 12:1 – 17 menekankan pentingnya hidup tekun atau disiplin dalam iman kepada Yesus Kristus. Tiga gambaran, pertama kiasan pelari, berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Kedua, adalah kiasan tentang bapak yang mendidik anak-anaknya ( 5 – 11) dan ketiga, akar yang pahit (15). Dari tiga gambaran itu kita diajak untuk melihat bahwa proses bertekun atau mendisiplinkan diri berdampak pada kualitas; tidak mudah putus asa, tidak menjadi lemah dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada, tidak hidup bergaul dalam kecemaran demi kepentingan dan nikmat sesaat, melainkan hidup kudus dan menciptakan perdamaian.
Disiplin memerankan diri (seperti Kristus) untuk mencapai buah kedamaian dan sukacita atau menghasilkan kehidupan yang lebih berkualitas (tema Pepenkris 2013), adalah suatu hal yang mutlak harus dilakukan oleh tiap-tiap elemen kehidupan termasuk tiga elemen utama penyelenggaraan Pendidikan Kristen, yaitu Guru, murid; Yayasan dan Gereja/jemaat.
Maka marilah kita melakukan:
- Mengarahkan pandangan hanya kepada Yesus Kristus, tidak pada kepentingan diri sendiri, tidak pula terfokus pada kesusahan yang dialami masing-masing pribadi. Visi yang sudah ditetapkan dalam menyelenggarakan pendidikan kristiani, itulah yang harus diutamakan. Jangan jatuh pada keuntungan atau kebanggaan karena status ”disamakan” semata (lihat Ibrani 12: 2,3).
- Menghayati kesatuan antara Gereja-Yayasan Sekolah dengan lebih berkualitas lagi. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak tantangan yang menghadang kelangsungan penyelenggaraan Pendidikan Kristiani, semua harus dihadapi dengan landasan Kasih yang kokoh, saling menopang. Anggaplah semua tantangan-pergumulan sebagai ujian dari Tuhan untuk semakin memurnikan ”niatan” untuk menyelenggarakan pendidikan kristiani seturut kehendakNya. (Lihat Ibrani 12:5,6).
- Melepaskan kepahitan-kepahitan yang selama ini ada, baik dalam diri guru-guru, kepala sekolah, umat/gereja, yayasan, dsb. (lihat Ibrani 12:15). Hanya dengan mendekat pada Kasih Tuhan dalam Kristus Yesus. Janganlah kita mencurigai dan menolak usaha-usaha yang baik untuk mengusahakan kehidupan yang semakin berkualitas dalam penyelenggaraan pendidikan kristiani.
Dengan mendisiplinkan diri dalam kekuatan Kasih Tuhan kita mewujudkan kehidupan yang semakin berkenan bagi Dia. Tuhan memberkati. Amin.
Bacaan: Ibrani 12: 1 – 17
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 1 September 2013
Add comment