
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Kita sering mendengar dan bahkan berkomentar bahwa "mengikut Yesus tidak mudah", tapi benarkah "mengikut Yesus tidak mudah"?. Mungkin ada yang setuju atau tidak setuju.
Mengikut Yesus itu tidak mudah, misalnya jika hal mengikut Yesus itu orang harus melakukan segala kebaikan, jika mau diselamatkan maka harus melakukan perintah agama dengan sempurna, hal tersebut membuat seakan apa yang dilakukan Yesus sendiri menjadi pola agama pada umumnya. Hal ini jelas menjadi kontras jika dibandingkan dengan Tuhan Yesus yang menderita dan mati di kayu salib, yang semuanya itu dilakukan demi pengampunan dosa atas manusia. Tidak setuju, sebab ada dimensi lain apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dalam penyelamatan tidak sama dengan perintah agama.
Kalau hanya berpedoman pada ketentuan/aturan-aturan yang harus dilakukan, maka bisa diduga hanya sedikit orang atau malah sama sekali tidak ada seorang pun yang dapat mengikut Yesus. Dan jika mengikut Yesus tidak mudah, sia-sialah juga Yesus yang mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib dan juga kebangkitan-Nya tidak bermakna apa-apa, karena tak satu pun manusia mampu menjadi pengikut-Nya.
Padahal dipersyaratkan di sini bahwa jika orang hendak mendapatkan hidup kekal ia harus mengikut Yesus...., yakni menjadi pengikut Yesus yang sejati ! , Ikut enggak ya ?? ....Oleh karena itu dalam mengikut Yesus yang dibutuhkan bukan soal kaya atau miskinnya orang itu, pandai atau tidak, akan tetapi yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus haruslah mempunyai ketetapan hati, tidak terikat oleh harta bendanya atau bahkan orang lain, yang menyebabkan ia tidak sanggup/menjadi penghalang untuk mengikut Yesus.
Sebenarnya apa yang menjadi syarat sehingga dikatakan "Mengikut Yesus tidak mudah" ? Apakah mengikut Yesus adalah orang itu harus suci dahulu, atau melakukan hal-hal yang luar biasa lebih dahulu?
Tentu tidak demikian adanya, dari teks kitab suci di atas dapat kita maknai bahwa, "mengikut Yesus tidak mudah" sebenarnya identik dengan membangun nilai, ada kedalaman makna rohani dari ungkapan itu, ada nilai mulia yang perlu dicari, yakni orang perlu sadar bahwa hanya dirinya sendiri yang meyakini Yesuslah Juruselamatnya, ia tidak diikat oleh harta bendanya, orang lain, bahkan saudaranya.
Bahwa untuk memperoleh "hidup kekal", Ia secara pribadi yakin penuh, sepenuh hati, dengan sadar, tanpa syarat, dan hidupnya totalitas berserah pada Tuhan Yesus. Bersedia mengikut Tuhan Yesus?? Amin.
Bacaan I : Ayub 23: 1–9, 16 – 17;
Tanggapan: Mazmur 22: 2 – 16;
Bacaan II : Ibrani 4:12 – 16 ;
Bacaan III: Injil Markus 10 : 17 – 31
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 14 Oktober 2012
Add comment