
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita merasakan betapa sulitnya untuk hidup benar ditengah dunia yang tidak benar. Apakah kita akan ikut arus dunia, pesta pora, mabuk-mabukan, mengikuti hawa nafsu, percabulan dan kehidupan duniawi yang penuh kenikmatan. Ataukah kita memilih menjadi seorang yang taat dan setia kepada Tuhan Yesus Kristus, juru selamat kita.
Dalam Matius 13:24-30 menceritakan perumpamaan tentang seorang yang menaburkan benih gandum yang baik di ladangnya. Dikisahkan bahwa ketika semua orang tidur, musuhnya datang lalu menaburkan benih lalang (ilalang) di antara benih gandum itu lalu pergi. Kedua tanaman itu bertumbuh bersama, lalu hamba penabur tersebut menanyakan asal benih lalang tersebut yang dijawab oleh tuannya bahwa benih lalang tersebut ditabur oleh musuhnya. Hamba-hambanya lalu mengusulkan untuk mencabuti lalang tersebut namun tidak diijinkan karena sang tuan tidak mau benih gandum yang baik ikut tercabut bersama-sama dengan lalang tersebut. Sang tuan lalu berkata bahwa lebih baik mereka dibiarkan tumbuh bersama hingga masa penuaian, di mana keduanya dapat dipisahkan, lalang akan diikat lalu dibakar, gandum akan dikumpulkan di dalam lumbung. Pada Matius 13: 36-43 Tuhan Yesus memberikan penjelasan tentang makna dari Kerajaan Allah. Benih baik adalah Anak Manusia, ladang adalah dunia. Benih gandum adalah anak-anak Kerajaan Allah dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang adalah Iblis, masa penuaian adalah akhir zaman.
Benih kebenaran telah ditaburkan oleh Tuhan Yesus, dan kemudian pekerjaan 'menabur' ini dilanjutkan oleh murid-muridNya dan juga para Rasul yang telah menerima amanat agung dari Tuhan. Amanat agung ini juga ditujukan kepada kita semua pengikut Kristus yang setia:
"...pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Matius 28:19-20a). Ternyata Iblis yang juga tidak mau ketinggalan , Iblispun menabur benih kejahatan. Ia tidak ingin kita semua menerima bagian dari Kerajaan Allah. Yang Ibils inginkan supaya kita semua masuk ke dalam neraka bersama dengannya. Yang perlu kita garis bawahi bahwa api neraka ada bukan untuk kita, hanya untuk Iblis !
Pertanyaan pertama yang menjadi perhatian kita adalah “Mengapa Tuhan mengijinkan benih gandum tumbuh bersama benih lalang ?” atau lebih jelasnya “Mengapa ada kejahatan di dunia?” Jawabannya adalah Tuhan menginginkan kita semua dapat menunjukkan kemurnian iman kita kepadaNya, Tuhan ingin kita semua tahan uji terhadap semua godaan dunia dan Iblis, Tuhan ingin kita setia dan taat mengikuti perintah dan ajaran-ajaranNya. Dengan iman yang murni, tahan uji, setia dan taat kepada Tuhan maka pada masa ahkir zaman, kita akan masuk dalam lumbung-lumbung gandum yang telah disediakan yaitu Kerajaan Allah.
Pertanyaan kedua adalah “Apakah kita akan menjadi penyemai gandum kebenaran ataukah kita ada di pihak musuh menjadi penyemai lalang” Keputusan ada di tangan kita masing-masing. Ingat, apa yang kita semai itu yang akan kita tuai !. Kalau kita menyemai gandum kebenaran maka telah tersedia Kerajaan Allah bagi kita, karena kita telah mengabarkan kabar baik kepada semua orang, melalui perkataan maupun perbuatan kita yaitu bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah juru selamat kita. Tetapi kalau keputusan kita menjadi penyemai lalang berarti kita ada di pihak musuh (Iblis) maka api neraka yang akan kita terima bersama-sama dengan Iblis.
Kiranya Tuhan Yesus Kristus Sang Juru Selamat memampukan kita untuk menjadi penyemai gandum kebenaran. Amin
Bacaan 1: Kejadian 28:10-19a
Tanggapan : Mazmur 139:1-12, 23-24
Bacaan 2: Roma 8:12-25
Bacaan Injil : Matius 13:24-30, 36-43
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 20 Juli 2014
Add comment