
Rukun ing pitepangan sumanak ing rembugan
Dhemen sung pangapura nyirik piala,
Nging samya silih ngalah mbabarken tresna tansah,
Nulat ing sihe Allah mring sagung titah,
Kluwung pindhanya endah ing warna,
Nyawiji mbangun urip kang ada, tentrem raharja.
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 319:2)
Merendahkan diri bukanlah perkara yang mudah, namun itulah yang harus kita perjuangkan dan berlakukan dalam hidup kita sehari-hari sebagai anak Tuhan. Terutama dalam kita menghadapi permasalahan yang muncul dalam keluarga, baik masalah antara suami-istri, orang tua-anak, maupun antara keluarga satu dengan keluarga yang lainnya.
Bagaimana caranya agar kita dapat mengatasi masalah yang muncul dalam keluarga dengan sikap tetap rendah hati? Diantaranya dengan sikap tidak merasa paling benar/ paling berkuasa, sikap saling memahami satu dengan yang lain dan tidak menghindari masalah tetapi masalah yang ada harus dihadapi untuk diselesaikan dengan baik-baik. Seperti ungkapan Rasul Paulus: "hendaklah kita sehati, sepikir dan seperasaan dalam Tuhan".
Belajar dari Bacaan Firman Tuhan hari ini, kita dapat menemukan beberapa hal penting: Dari bacaan Mikha 3: 5-12 kita memperoleh hikmat jika sebagai seorang pemimpin (apa pun dan siapa kita juga dalam keluarga) tidak menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya, tidak dapat menjadi teladan, maka Tuhan tidak berkenan dan Dia akan memberi hukuman. Kemudian dari bacaan Injil Matius 23: 1-12, kita dapat menarik kesimpulan bahwa apa yang baik dan berguna boleh ditiru / diteladani namun apa yang tidak baik dan merusak / merugikan janganlah ditiru. Dari surat I Tesalonika 2:9-3, kita dapat belajar dari keteladanan rasul Paulus, yang telah sungguh-sungguh hidup berpadanan dengan kehendak Allah. Apa yang dilakukan semata-mata bagi keagungan dan Kemuliaan Allah. Mazmur 43 memberi pengajaran bagi kita bahwa hanya Tuhan sajalah yang menjadi sumber pertolongan kita.
Merendahkan diri dalam Kasih Tuhan dapat terwujud apabila menempatkan diri sesuai dengan tanggungjawab dan perannya, juga dalam kehidupan keluarga. Senantiasa melakukan hal-hal yang baik, yang membangun.
Bukan dengan menyombongkan diri tetapi dengan penuh ucap syukur dan kesungguhan hati dipersembahkan bagi kemuliaan Nama Tuhan. Dari semuanya itu Tuhanlah sumber pertolongan dan berkat! Tiada yang lain !!!
Biarlah dengan Bulan Keluarga 2011 ini, kita dan keluarga kita semakin berkenan dihadapan Allah dengan tindakan dan sikap hidup yang berdasar KasihNya, sehingga keluarga tidak hanya menjadi ungkapan kata saja, tetapi sungguh dapat dirasakan oleh banyak orang dan menjadi kesaksian bagi kemuliaan Nama Tuhan.
Hari ini kita mengakhiri pelaksanaan Bulan Keluarga 2011, tetapi semangat membangun kehidupan keluarga yang penuh Kasih tidak berhenti hari ini, tetapi harus terus kita lanjutkan. Biarlah Tuhan member kekuatan kepada kita semua. Tuhan beserta kita. Amin.
Bacaan I : Mikha 3:5-12 Tanggapan: Mazmur 43
Bacaan II: I Tesalonika 2:9-13 Bacaan III : Matius 23:1-12
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 30 Oktober 2011
Add comment