
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Hari ini adalah hari Minggu kedua di tahun 2013. Dalam kalender Gereja, minggu kedua bulan Januari merupakan Hari Pembaptisan Tuhan. Bacaan Injil kita saat ini juga mengungkapkan tentang peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus oleh Yohanes pembaptis. Ketika Yohanes pembaptis menyerukan kepada banyak orang bertobat, seruan itu rupanya mendapatkan respon yang positif dari orang-orang dijamannya. Berduyun-duyun orang meminta untuk dibaptis karena mereka ingin bertobat.
Peristiwa pembaptisan tersebut memberikan harapan baru kepada mereka bahwa dengan pembaptisan yang mereka terima, dosa-dosa mereka telah dihapuskan. Pengharapan ini juga pernah diterima oleh umat Israel sesuai dengan bacaan I dariYesaya 43:1-7. Saat itu Umat Israel tidak setia dengan Tuhan. Mengalami kehancuran karena tidak setia, karena mencari kepentingan diri dan mengabaikan Tuhan. Dalam kejatuhannya Israel juga mengalami Pembuangan.
Di Pembuangan mereka terasing, menjadi bangsa yang tertawan. Mereka menyadari bahwa situasi itu disebabkan karena kesalahan mereka. Maka mereka meskipun dalam penderitaan menemukan semangat baru. Kalau mau bangkit harus menjalani hidup yang baru. Ini menyadarkan umat dan memberikan kekuatan baru. Yahwe akan tetap setia asal umat mau berpihak kepadaNya.
Peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus oleh Yohanes pembaptis semestinya juga memberi pengharapan akan semangat baru dan pola kehidupan baru kepada kita. Ketika Yohanes membaptis banyak orang, mereka mengira bahwa Yohanes adalah Mesias yang telah ditunggu-tunggu, namun Yohanes menyatakan bahwa dia bukanlah Mesias karena bagi Yohanes membuka kasutNya pun baginya tidak layak. Yohanes sadar betul tentang kedudukannya untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Sang Mesias.
Meskipun saat itu Yohanes mempunyai banyak peluang untuk menarik simpati banyak orang dan mendapat kemuliaan, namun hal itu tidak dilakukannya. Yohanes tetap menempatkan Tuhan Yesus sebagai yang utama, sebagai Mesias yang dinantikan. Kepada banyak orang dengan tegas Yohanes mengungkapkan bahwa membaptis mereka dengan air tetapi Mesias yang datang akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api.
Maksudnya baptisan Yohanes adalah baptisan dengan air, lambang pertobatan. Tetapi air hanya membersihkan dari luar. Sedangkan baptisan dari dalam dan pemurnian total dikiaskan dengan baptisan api dan roh. Dengan kata lain baptisan Tuhan Yesus mengingatkan kita ketika baptisan hanya dijalani sebagai upacara atau ritual tidak akan berdampak pada pembaharuan hidup. Karena itu perlu disiapkan dari pikiran, hati dan akhirnya pada tindakan hidup yang baru. Dengan kata lain, setiap orang yang yang telah menerima tanda baptis berarti dia telah diikutsertakan dalam penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus. Karenanya, ia harus hidup dengan semangat baru dan tatanan baru dalam Kristus. Sebagaimana saat Yesus dibaptis, tiba-tiba langit terbuka dan ada suara mengatakan "Engkau anakKu yang terkasih, kepadamulah Aku berkenan". Demikian juga kita yang telah dibaptis juga dipanggil menjadi anak-anak yang berkenan kepadaNya.
Peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus yang dalam kalender gerejawi senantiasa jatuh pada awal tahun semestinya mengandung pesan yang bermakna bagi kita. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam ajaran GKJ, baptis merupakan salah satu sakramen. Artinya dalam penghayatan iman kita baptis bukanlah sekedar upacara atau ritual. Baptis adalah sebuah respon iman yang kita lakukan karena kesadaran bahwa kita manusia yang berdosa dan kita mengungkapkan respon ini dengan menyatakan pertobatan yang ditandai dengan baptis yang menggunakan air sebagai symbol penyucian dosa. Namun kita juga harus sadar bahwa orang yang dibaptis berarti ia harus dalam penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Artinya menerima penderitaan salib, bertekad untuk mematikan perbuatan dosa dan menumbuhkan semangat untuk bangkit dalam tatanan kehidupan baru. Apalagi kalau saat ini kita masih dalam suasana tahun baru, kiranya peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus mengingatkan kita pada baptis yang telah kita terima supaya diawal tahun ini kita mempunyai semangat baru untuk terus memperbaharui hidup di dalam Kristus. Amin.
Bacaan I: Yesaya 43:1-7;
Tanggapan: Mazmur 29;
Bacaan II: Kis. 8:14-17;
Bacaan III: Injil Lukas 3:15-17 dan 21-22
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 13 Januari 2012
Add comment