
Apakah saudara seorang pemimpin? Bukan, saya bukan pemimpin, saya orang biasa, hanya anggota, demikian jawab seorang Bapak. Dia bukan ketua RT atau pengurus suatu panitia, dia juga bukan pengurus gereja. Banyak yang menyetujui pandangan bahwa dirinya bukan pemimpin karena dia bukan ketua atau pengurus paguyuban, padahal setiap orang adalah pemimpin. Paling tidak setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Banyak pemimpin, akan tetapi sedikit pemimpin yang bersinar seperti fajar di waktu pagi yang cerah. Lihatlah rumput-rumput yang ada di tanah pada waktu pagi! Bila fajar bersinar cerah maka rumput nampak berkilauan, namun jika fajar tidak bersinar cerah rumput-rumput itu nampak suram. Pemimpin yang seperti fajar yang tidak bersinar cerah mampu menciptakan suasana galau, pupusnya harapan, perpecahan, dan rendahnya semangat pelayanan. Saudara tidak mengharapkan pemimpin yang seperti ini bukan? Saya juga tidak mengharapkan pemimpin yang seperti itu. Kita sepakat. Itu berarti kita tidak ingin diri kita seperti fajar yang bersinar tidak cerah. Nyatalah sekarang bahwa yang kita inginkan adalah supaya kita masing-masing menjadi seperti fajar yang bersinar cerah: mampu menciptakan antara lain suasana teduh, bahagia, sukacita, nyaman dan semangat untuk bekerja.
Daud adalah seorang pemimpin. Sebagai pemimpin, ia seperti fajar yang bersinar cerah yang membuat rumput-rumput di tanah berkilauan. Itulah pernyataan Daud (2 Sam. 23:5). Bangsa Israel pada masa Daud mengamini pernyataan tersebut. Pada masa-masa selanjutnya, bangsa Israel juga mengamini pernyataan tersebut. Bagi bangsa Israel, Daud adalah pemimpin yang ideal yang mampu menciptakan semaraknya kehidupan bangsa Israel.
Menurut Daud, rumus pemimpin yang seperti fajar yang bersinar cerah ada dua: pertama, memerintah dengan adil; kedua, memerintah dengan takut akan Allah. Daud tidak menemukan rumus itu. Ia memperoleh rumus itu karena ada yang memberinya, yaitu Allah. Tuhan Allah yang bersabda kepadanya. Daud bersedia mendengar sabda Allah. Lalu, Daud melakukan Sabda Allah itu. akhirnya, ia berhasil.
Kita adalah pemimpin yang diharapkan menjadi seperti fajar yang bersinar cerah yang membuat rumput-rumput berkilauan. Yang berharap adalah diri kita sendiri dan juga orang lain. Kita sudah mendengarkan sabda Allah: bagaimana menjadi pemimpin yang seperti fajar yang bersinar cerah. Raja Daud sudah memberi teladan kepada kita: memerintah secara adil dan memerintah dengan takut akan Allah. Sekarang saatnya bagi kita memerintah secara adil dan dengan takut akan Allah. Setelah itu lihatlah dampaknya, akan muncul semangat hidup, kedamaian, sukacita dan persatuan. Tuhan memberkati kita. Amin.
Bacaan Alkitab: 2 Samuel 23:1-7
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 25 November 2012
Add comment