Bacaan Leksionari: II Raja-raja 5:1-14; Markus 1:40-45
Minggu yang lalu kita membahas tema "Dipulihkan Untuk Memulihkan." Melalui pembahasan tersebut, kepada kita dibentangkan pemahaman bahwa hidup manusia telah, sedang dan akan dipulihkan oleh Tuhan Allah melalui karya Tuhan Yesus Kristus. Setiap orang yang telah menerima pemulihan, baik secara pribadi maupun bersama dengan komunitasnya, diberi tugas memberitakan dan memelihara pemulihan tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa setiap orang yang telah dipulihkan diberi tugas untuk memulihkan.
Tema kita minggu ini adalah "Pemulihan Hidup Berdasarkan Anugerah dan Iman." Ada hubungan yang sangat erat antara tema minggu ini dengan tema minggu yang lalu. Tema "Dipulihkan Untuk Memulihkan", menunjukkan kepada kita tentang apa yang kita peroleh (yaitu pemulihan hidup), dan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang telah memperoleh pemulihan hidup. Sementara itu, tema "Pemulihan Hidup Berdasarkan Anugerah dan Iman", bertujuan memberikan pemahaman kepada kita tentang cara manusia memperoleh pemulihan hidup. Jadi, tema kita minggu ini adalah untuk menerangkan lebih lanjut pembahasan minggu yang lalu.
Kesaksian iman sebagaimana dicatat dalam kitab II Raja-raja 5:1-14 dan Markus 1:40-45 menunjukkan bahwa Naaman dan seorang lain yang tidak disebut namanya mengalami pemulihan. Keduanya dipulihkan dari sakit kusta yang dideritanya. Paling tidak, ada dua pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa pemulihan tersebut, yaitu anugerah dan iman.
Pertama, anugerah. Dengan sangat jelas kesaksian itu menyatakan bahwa yang memulihkan mereka adalah Tuhan Allah.
Memang benar, Injil Markus memberi kesaksian bahwa yang memulihkan seorang yang kusta itu adalah Tuhan Yesus. Akan tetapi kita mengimani tentang Allah Trinitas. Tuhan Allah menganugerahkan pemulihan hidup kepada mereka. Berdasarkan kasih-Nya, Tuhan Allah memberikan pemulihan kepada kedua orang itu secara cuma-cuma. Dikatakan secara cuma-cuma karena Tuhan Allah tidak memperhitungkan terlebih dahulu apa yang sudah diberikan kedua orang itu kepada-Nya.
Kedua, iman. Naaman dan seorang yang lain itu memperoleh pemulihan dari Tuhan Allah karena mereka beriman kepada Tuhan Allah. Iman menurut kesaksian kedua kitab tersebut adalah tindakan manusia untuk percaya dan bersandar secara penuh kepada Tuhan Allah. Pada awalnya, Naaman tidak percaya apabila Tuhan Allah berkuasa memulihkan hidupnya hanya dengan cara mandi di sungai Yordan. Namun, setelah melalui perdebatan dengan anak buahnya, akhirnya ia percaya. Ia mengerti bahwa Tuhan Allah mampu memulihkan hidupnya dengan cara yang menurutnya tidak masuk akal. Kemudian, ia melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Allah. Akhirnya, pulihlah Naaman.
Berbeda dengan Naaman, seorang yang tidak disebutkan namanya itu sudah percaya sejak awal kedatangannya kepada Tuhan Yesus. Ia percaya bahwa ada kuasa Allah Yang Maha Tinggi di dalam Tuhan Yesus. Berdasarkan keyakinannya itu ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus dan memohon supaya Tuhan Yesus mentahirkannya. Ia pun ditahirkan dan pulihlah hidupnya.
Dengan demikian, saudara-saudara, berdasarkan kesaksian kitab II Raja-raja 5:1-14 dan Injil Markus 1:40-45, kita dapat menyimpulkan bahwa pemulihan hidup manusia adalah berdasarkan anugerah dan iman. Oleh karena itu, marilah kita memohon kepada Tuhan Allah untuk senantiasa mengaruniakan iman kepada kita, supaya anugerah pemulihan hidup yang berasal dari Tuhan Allah senantiasa menjadi bagian pengalaman hidup kita. Kita perlu memohon iman karena iman merupakan pemberian Allah (I Korintus 12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan). Dengan demikian, hidup yang penuh tantangan ini dapat kita jalani bersama dengan Tuhan, sampai akhirnya Tuhan Yesus Kristus datang yang kedua kali. Maranata.
Tim Penyusun Renungan
-------- FYDP ---------
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 15 Februari 2009 Nomor : 07/2009
Add comment