
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Tidak terasa kita hari ini sudah memasuki minggu ke VI dalam VII Minggu Masa Paskah. Pada dasarnya kita tahu bahwa Paskah merupakan hari kemenangan Tuhan Yesus Kristus, dalam mengemban tugas karya Keselamatan Allah untuk menebus manusia.
Untuk mencapai kemenangan tersebut butuh perjuangan, penderitaan dan pengorbanan yang sangat berat, sampai rela mati di kayu salib, dikuburkan dan pada hari yang ketiga bangkit dari antar orang mati. Semenjak kepergian Tuhan Yesus, semua Rasul dan muridNya merasa takut, bimbang, ragu dan galau hatinya seperti anak ayam yang ditinggal pergi induk semangnya, kehilangan arah, tujuan dan panutan.
Gereja hari ini memberi perhatian pada kisah penampakan Tuhan hingga penegasan Tuhan bahwa Ia tidak meninggalkan milik kepunyaanNya dan sabda Kristus akan memberikan seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai pada murid selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran agar para murid tidak merasa sendiri untuk melaksanakan tugas dan panggilanNya. Hal ini juga berlaku bagi setiap orang percaya sampai saat ini, karena penyertaan Roh Kudus iman kita dikuatkan (Maz. 66:9-10) “Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak”.
Berkat penyertaan Roh Kristus kita sebagai orang percaya diharapkan untuk berani bersaksi tentang kebenaran Allah, supaya Gereja Tuhan tetap hidup sepanjang masa (1 Petrus 3:19) “dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.”
Jemaat yang dikasihi Tuhan, roh-roh yang didalam penjara adalah:
1. Orang yang belum mengenal Tuhan Yesus.
2. Orang yang anti Kristus
3. Orang yang lari dari Kristus.
Inilah tugas yang besar yang harus kita hadapi dan kita lakukan untuk berbagi Kehidupan kepada sesama. Tentu disini membutuhkan keberanian khusus seperti yang dilakukan oleh Rasul Paulus di Aropagus (Kis. 17:22-23), juga dibutuhkan wawasan dan persiapan yang matang, seperti:
1. Nala => Penglihatan yang Seksama
2. Nalar => Pemikiran yang Sehat
3. Naluri => Insting/tindakan nyata
4. Nurani => Melakukan dengan Hati
Jemaat yang dikasihi Tuhan, tanpa ada tekad, kemauan dan penyertaan Roh Kudus kita semua dalam menjalankan tugas tanggung jawab bergereja tidak akan berhasil, maka mari kita bersama-sama bangkit, mohon kekuatan dari Tuhan supaya mampu untuk berbagi kehidupan kepada sesama. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Bacaan 1: Kisah Para Rasul 17:22-31
Tanggapan : Mazmur 66: 8-20
Bacaan 2: 1 Petrus 3:13-22
Bacaan Injil : Yohanes 14:15-21
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 25 Mei 2014
Add comment