
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5: 1) Demikian ayat nats yang menjadi dasar perenungan dalam persekutuan pemuda blok XI hari ini, Jumat (10/8) di rumah Bp. Bagyo Sucahyo. Dalam persekutuan pemuda ini, Bp. Dwi Danan, MM selaku pengajar firman Tuhan mendasarkan perenungan firman juga dari bacaan Injil Yohanes 8: 30-36. Dijelaskannya dalam renungan yang disampaikannya mengenai definisi merdeka. Dalam bahasa yunani, kata merdeka diungkapkan sebagai ‘elioteria’ yang berarti kemerdekaan dari perbudakan. Orang merdeka berarti orang yang terbebas dari perbudakan.
Lantas, orang Kristen dibebaskan dari apa? Roma 8: 1-2 menyatakan bahwa orang percaya dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. I Yohanes 3: 4 mendefinisikan dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Hukum Allah yang berupa hukum kasih, yang jika kita tidak melakukannya merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah. Di dalam kasih, terdapat usaha untuk menyenangkan hati orang yang dikasihi dan berusaha pula tidak menyakiti. Demikian seharusnya kita mengasihi Allah dan sesama kita.
Mengenai HUKUM DOSA. Orang yang berbuat dosa berarti orang itu belum mengikut Kristus Yesus. Injil Yohanes 8: 34 menyatakan bahwa setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa, artinya kita belum merdeka. Maka muncul pertanyaan, apa yang menjadi penyebab manusia jatuh dalam dosa? Apakah semata hanya godaan iblis sebagaimana dinyatakan dalam Surat I Petrus 5: 8?
Perlu kita ketahui bersama, ada dua cara iblis menyeret manusia ke dalam dosa, yaitu :
1. Dengan melakukan tipu muslihat, sebagaimana iblis telah menipu hawa untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, demikian iblis menipu setiap manusia dengan kata-kata manisnya yang menyesatkan. Iblis selalu menawarkan kenikmatan jika kita menuruti perintah iblis, akan tetapi ia menyembunyikan akibat mengerikan yang terjadi bila kita mengikutinya.
2. Setelah manusia tertipu, iblis seolah-oleh tidak bertanggung jawab atas kejatuhan manusia dalam dosa, iblis menjadi penuduh. Menuduh siapapun diantara kita yang telah terkena tipu muslihatnya dan jatuh dalam dosa. Tuduhan-tuduhan iblis itu akan membuat kita merasa berdosa, menjauh dari Tuhan. Dan bila sampai akhir hidup masih menjauh dari Allah, maka kematian kekal yang akan diperolehnya.
Oleh karena itu, jangan sampai kita tertipu oleh iblis, kalau terlanjur maka datang dan mengakulah kepada Tuhan sebelum terseret masuk jebakan iblis yang kedua.
Selain dari pengaruh iblis, dosa juga bisa berasal dari kita sendiri. Roma 8: 6-7 menyatakan keinginan daging membawa maut dan merupakan perseteruan terhadap Allah. Sering kali keinginan kita bertentangan dengan Allah. Berhati-hatilah dengan keinginanmu!
Tentang HUKUM MAUT. Ada tiga macam kematian, yaitu kematian jasmani (kematian fisik), kematian rohani (putusnya hubungan Allah dengan manusia) dan kematian kekal Ltidak mendapat bagian dalam kerajaan Surga). Roma 6: 23 menyatakan bahwa upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus.
Sekarang, kalau kita sudah merdeka dan sudah ikut Kristus, apa yang akan kita lakukan?
1. Galatia 5 menyatakan kita harus berjaga-jaga mempertahankan kemerdekaan yang Tuhan telah berikan. Jangan menukar kemerdekaan kita dengan hal-hal duniawi. Kemerdekaan dalam Kristus itu sangat mahal, Tuhan telah membayar kemerdekaan kita dengan mahal. 1 Tesalonika 5: 17 “Tetaplah berdoa.” Berdoa membuat kita bisa terus berjaga-jaga dalam hidup kita dan memancarkan kasih dalam hidup kita.
2. Roma 6: 18 menyatakan keinginan Tuhan agar kita menjadi hamba kebenaran. Terus berusaha melakukan kehendak Tuhan, melakukan Firman Tuhan dan menyampaikan kabai baik kepada semua orang.
3. Galatia 5:13 menyatakan bahwa hendaknya jangan kita pergunakan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, tetapi kita harus melayani seorang akan yang lain dengan kasih. Kasih adalah cerminan hati kita, jika hati kita ada firman Tuhan, maka kasih akan terpancar dalam hidup kita.
DALAM KONTEKS KEHIDUPAN PEMUDA, sebagai orang percaya yang telah dimerdekakan oleh Kristus, selayaknyalah kita tampil beda. Jangan menjadi sama dengan dunia ini. Hadirlah didunia dengan terang Kristus, teladan hidup yang baik yang berasal dari Kristus Yesus.
“ Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” – II Timotius 2: 22
“ Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” – I Timotius 4: 12
[SePur]
Add comment