Para pemuda Blok XI GKJ Manahan kembali menggelar acara Persekutuan Pemuda hari Jumat (14/9) yang lalu. Bertempat di rumah Sdri. Tiara Vega, persekutuan pemuda ini dihadiri cukup banyak pemuda blok XI. Perenungan Firman Tuhan dalam persekutuan ini disampaikan oleh Bp. Bambang Waluyo Hadi dengan bacaan I Timotius 4: 11-16 sebagai dasar.
Di awal renungan yang disampaikannya, jika dewasa ini kita membicarakan tentang keteladanan, rasanya seperti mimpi di siang bolong. Banyak pemimpin dalam berbagai tingkatan di institusi yang seharusnya menjadi teladan, tetapi sangat disayangkan baik moral, hidup dan tindakannya sangat tidak terpuji. Antara ucapan dan tindakan tidak sesuai.
Dalam teks bacaan, Timotius seorang yang masih muda. Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengatakan supaya Timotius menjadi teladan bagi orang -orang percaya dalam tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian. Dalam hal ini Timotius diminta menunjukkan keteladannannya sekalipun masih muda, ia harus membuktikan bahwa orang muda dapat memberikan teladan dalam kepemimpinan.
Dalam konteks kepemimpinan, estafet kepemimpinan pasti akan diterima oleh pemuda dalam berbagai hal, dalam instansi kerja, gereja maupun keluarga. Pemuda perlu terbuka untuk terus menerus belajar, membangun hidup supaya orang lain melihat dalam diri kita ada proses kemajuan hidup.
Timotius adalah sosok pemimpin yang pantas kita teladani dalam pola kepemimpinan kristen saat ini. Dalam situasi dan kondisi bangsa yang terpuruk dan carut marut kehidupan berbangsa, kita harus menjadi teladan hidup yang baik. Keteladanan dalam sikap dan gaya hidup adalah kesaksian yang baik daripada banyak bicara hal rohani tanpa melakukannya.
Kita adalah bangsa pilihan, yang diselamatkan Tuhan, umat milik Allah yang dikuduskan bagi kemuliaanNya. Marilah kita hidup suci, dimana saja dan kapan saja hidup kekristenan kita harus menjadi kesaksian yang indah yang patut diteladani oleh semua orang.
Berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh, sebab jika kamu melakukannya kamu tidak akan tersandung. jika demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal.
Dalam persekutuan ini, Pdt. Seno dari GKJ Gondokusuman Yogyakarta juga menyampaikan sedikit tambahan perenungan, bahwa dengan melihat latar belakang penulisan surat I Timotius, tampak bahwa Timotius diminta melanjutkan tugas pelayanan Paulus di Efesus. Kondisi waktu itu, jemaat Efesus menghadapi para pengajar sesat. Paulus mengingatkan supaya Timotius menjadi teladan, tidak cukup hanya dengan menyampaikan firman Tuhan, harus dengan tindakan.
Seringkali moral dan kenyataan itu berbenturan. Apa yang kita pelajari dari Firman Tuhan belum tentu bisa kita lakukan dalam kenyataan hidup kita. Tugas kita adalah untuk berjuang terus menjada kesucian hidup kita.
Add comment