
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Kehidupan manusia di era globalisasi zaman sekarang ini cenderung lebih menunjukkan kepedulian dan perhatiannya untuk diri sendiri. Sering kali manusia, termasuk orang percaya, dibatasi dengan berbagai kepentingannya sendiri, tanpa peduli kepada orang lain, banyak orang di banyak tempat hanya sibuk dengan kepentingan mereka sendiri dan tanpa disadari, sekarang ini manusia lebih cenderung individualistis.
Orang percaya sudah menerima kasih Tuhan sebagai wujud kepeduliaan Tuhan supaya manusia yang jatuh ke dalam dosa telah diperbaharui. Kehadiran Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya menjadi wujud kehadiran Allah untuk menjadikan manusia hidup dalam kepedulian untuk berbagi dengan sesama, dan diharapkan kehadiran orang percaya menjadi wujud tangan dan kehadiran Allah yang peduli kepada sesama dengan saling berbagi.
Rasul Paulus menekankan sikap hidup saling berbagi dalam kehidupan jemaat Korintus karena pada saat itu jemaat di Korintus Paulus sangat mengharapkan hidup dalam sukacita bersama dan mencapai kesempurnaan dalam Kristus. Paulus menghendaki supaya mereka memberi dirinya untuk disempurnakan melalui karya Roh Kudus yang ada di dalam mereka. Karya itu mewujud dalam kesediaan membuang segala kesalahan dan dosa yang ada di antara mereka supaya mereka dapat saling tolong-menolong dalam jemaat. Dengan demikian, mereka bisa saling menghibur dan menasihati dari dalam iman dan hidup dalam damai sejahtera Allah.
Maka mereka akan hidup dalam kesatuan yang kuat untuk menghadapi tantangan dalam jemaat, yaitu pertikaian dan perpecahan di dalam jemaat. Rasul Paulus ingin supaya jemaat menyatukan hati mereka untuk saling menolong satu dengan yang lain sehingga pemulihan akan terjadi. Kesatuan dalam iman kepada Kristus akan menolong jemaat untuk dapat saling berbagi kepada sesama. Roh Kudus akan memampukan mereka agar dapat berbagi satu dengan yang lain sehingga kesatuan untuk saling melengkapi, menolong, dan menguatkan satu dengan yang lain menjadi sikap yang dipraktikkan oleh jemaat di Korintus. Hal yang sama juga hendaknya dilakukan oleh jemaat Tuhan sekarang ini yang semakin luntur rasa kepeduliannya dan kebersamaan untuk saling berbagi kepada sesama. Seringkali curiga dan berprasangka buruk menjadi awal untuk seseorang tidak berbagi kepada sesama.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Sikap hidup jemaat Tuhan kiranya selalu didasarkan pada amanat perutusan yang terdapat dalam injil Matius 28:16-20 untuk terus menjadi saksi-saksi Kristus. Menjadi saksi Kristus adalah dapat menjadi berkat bagi orang lain dengan saling berbagi kepada sesama. Melalui tuntunan Roh Kudus, umat dipimpin agar dapat berbagi kepada sesama sehingga tidak ada kata berat, sudah sering berbagi, terpaksa, agar terkenal dan sebagainya, melainkan sebagai wujud syukur jemaat kepada Tuhan Allah yang telah mengaruniakan segala hal dalam kehidupan manusia dengan kesempurnaan-Nya.
Tuhan menghendaki agar setiap orang Kristen berperan menjadi saksi di tengah dunia. Alkitab menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah garam dan terang dunia. Dengan demikian kita harus memiliki kehidupan yang berbeda dari orang-orang dunia. Dalam dunia Kristen modern, 'kesaksian' berarti cerita tentang hal yang dikerjakan Kristus atas hidup seseorang dan menjadi pengalaman pribadi orang itu. Orang-orang Kristen adalah saksi dari segala hal yang telah Yesus lakukan. Yesus telah menyelamatkan kita dari dosa, kita wajib memberitahukan kepada orang lain tentang yang telah terjadi dalam hidup kita pada saat kita menerima-Nya.
Kata berbagi digunakan untuk menunjukan adanya kesediaan diri untuk memberikan miliknya menjadi milik orang lain. Kesediaan tersebut dapat dilatarbelakangi beberapa motivasi, antara lain belas kasihan, utang budi, terpaksa, atau rasa pekewuh. Sejatinya ketika hendak berbagi, sebaiknya atas dasar rasa syukur kepada Tuhan sehingga mampu melakukannya dengan kerelaan dan ketulusan hati, sehingga tidak menjadi suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Berbagi bukan kata benda atau sekadar motto kehidupan melainkan kata kerja yang harus diwujudkan setiap umat Tuhan dan membutuhkan komitmen dan kemampuan untuk terus melaksanakannya dalam kehidupan bersama. Kiranya Tuhan Allah memampukan kita menjadi umat yang bersedia berbagi kepada sesama. Amin
Bacaan I : Kejadian 1:1-2:4a;
Mazmur Tanggapan : Mazmur 8
Bacaan II : 2 Korintus 13: 11-13 ;
Bacaan Injil : Matius 28 : 16 – 20
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 15 Juni 2014
Add comment