
Pewartaan kabar baik saat Pentakosta, sungguh sangat efektif. Dari segenap penjuru dunia datang mendengar, bangsa-bangsa memahami isi warta langsung tanpa melalui penerjemah, keberanian Petrus berkotbah mendukung keberhasilan pewartaan. Luar biasa! semua terjadi karena kuasa Roh Kudus.
Materi warta: dari Roh Kudus, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya (KPR 2: 4) Media bahasa: di-tunggal-kan, ucapan rasul-rasul ditangkap maknanya bagi setiap orang setiap bahasa, jebakan etnic ditiadakan - Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri (KPR 2: 8) Nara sumber : berani, percaya diri, menguasai materi, sangat atraktif (KPR 2: 14) Resipien/Penerima warta: dimulai dari kekuatan persekutuan semua orang percaya (KPR 2: 1). Semua unsur komunikasi disentuh kuasa Roh Kudus sehingga terjadi pewartaan yang efektif dan efisien. Hasilnya tiga ribu jiwa dibaptis (KPR 3: 41)
Roh yang sama, telah menguatkan Musa memimpin bangsanya. Roh yang menetapkan tujuh puluh orang terpilih membantu penggembalaan Musa ketika ia terbeban oleh pemberontakan Israel yang merasa kurang makan. Roh yang menjamah Eldad dan Medad walaupun mereka tidak hadir di Kemah Pertemuan meskipun diundang (Bil 11: 4-27). Roh yang juga dikenal penulis Mazmur 104 sebagai Roh yang memberi hidup sejak makhluk diciptakan (Mzm 104: 29-30).
Beberapa waktu yang lalu sebuah stasiun TV menayangkan pembaptisan oleh Gereja bagi kelompok cacat mental di Sumatera Utara (idiot-imbecil-moron, dst).
Sensasi popularitaskah atau prestasi Gereja oleh kuasa Roh yang berhasil mewartakan Kabar Baik bagi kelompok ber IQ rendah? Kabar Baik dibutuhkan semua orang juga bagi kelompok gagal komunikasi, Kiranya Roh Kudus menolong pewartaan kita dan biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! (Mzm 104: 34)
Bacaan I : Bilangan 11: 24-30
Tanggapan: Mazmur 104: 24-34
Bacaan II: Kis. 2: 1 – 21
Bacaan III : Yohanes 7:37–39
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 12 Juni 2011
Add comment