
Ku beroleh berkat yang tak kunjung lenyap
Yang tidak dibri dunia
Direlung hatiku, walau sarat beban
Ada damai sejahtera baka
Yesus yang selalu tinggal serta
Ia didalamku, ku dalamNya
"Aku senantiasa menyertaimu"
Itulah janjiNya kepadaku
(Nyanyikanlah Kidung Baru / NKB 196 : 1)
Saat ini gereja memasuki Minggu kedua setelah Epifania. Tuhan Yesus yang telah dibaptis mengawali karya pelayananNya didunia. Telah tiba saatnya Ia hadir sebagai sumber kehidupan menyatakan sinar kasih kepada manusia melalui tanda-tandaNya. Dalam Injil Yohanes 2 :1-11, mengajak umat untuk juga turut merasakan keluarga di Kana yang menerima kasih Allah . Allah yang menolong keluarga di Kana adalah Allah yang juga dinantikan oleh Sion didalam penggenapan janji keselamatan yang telah dinubuatkan oleh Yesaya (Yesaya 62:1-5). Allah menolong orang-orang yang sedang dalam kesulitan hidup karena padaNya ada sumber kehidupan. Sumber kehidupan ini adalah Roh yang telah memberikan karunia umat untuk mengerjakan tugas panggilannya, berdasarkan kehendak Allah karena Allah sendiri yang mengerjakannya. Semua dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama (1 Kor 12 : 1-11).
Ditengah pesta pernikahan di Kana (Injil Yohanes 2 : 1-11) Ibu Yesus (Maria) berkata kepada Yesus, "Mereka kehabisan anggur". Perkataan itu menunjukkan kepekaan terhadap situasi krisis yang sedang dialami oleh penyelenggara pesta perkawinan. Saat Yesus memang belum tiba, tetapi hal yang dilakukan oleh Yesus. Penantian itu tidak hanya bersifat pasif, diam dan hanya menantikan Yesus bertindak. Penantian ini dikerjakan secara aktif dalam tindakan nyata saat itu Ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan :"Apa yang dikatakan kepadamu buatlah itu!"
Injil Yohanes menyebut bahwa apa yang dibuat oleh Yesus, di Kana sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya. Dengan tanda itu, Ia telah menyatakan kemuliaanNya dan murid-muridnya percaya kepadaNya. Pengubahan air menjadi anggur bukan sekedar sebuah tindakan social, melainkan juga sebagai tindakan simbolik,. Simbol dari transisi, dari masa Perjanjian Lama ke masa Perjanjian Baru. Tuhan yang merintis transisi itu. Waktu Tuhan telah datang.
Atas perenungan firman Tuhan minggu ini dan pujian dari NKB 196, penggenapan penantian umat yang sedang dalam krisis hidup begitu terasa kuat. Umat menantikan pertolongan Tuhan sebagai sumber kehidupan. Berharap datangnya pertolongan dari sumber kehidupan, berarti menyerahkan diri sepenuhnya sekaligus terbuka terhadap karya Tuhan bagi hidupnya. Gereja juga dipanggil untuk menyatakan sinar kemuliaan Tuhan Raja Gereja melalui kehadirannya bagi sesama yang sedang mengalami krisis kehidupan Gereja, sebagai perwujudan kehadiran Kristus dan pekerjaan Roh Kudus, mengubah dari krisis menuju hidup yang penuh damai-sukacita. Gusti mberkahi amin.
Bacaan I: Yesaya 62:1-5;
Tanggapan: Mazmur 36 : 5-10
Bacaan II: 1 Kor 12 : 1-11;
Bacaan III: Injil Yohanes 2 : 1-11
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 20 Januari 2013
Add comment