
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus. Sehati sepikir merupakan landasan bagi setiap orang untuk mewartakan terang. Dengan adanya kesehatipikiran tersebut maka tugas mewartakan terang akan semakin optimal. Karena ketika sehati sepikir itu tidak ada maka akan memungkinkan timbulnya perpecahan yang menyebabkan misi mewartakan terang akan tersendat.
Pada minggu yang lalu kita telah menentukan pilihan bakal calon pendeta, siapapun yang terpilih itulah yang terbaik dikehendaki Tuhan dan khususnya terbaik untuk perkembangan GKJ Manahan kedepan. Diantara kita pasti mempunyai perbedaan pandangan dan alasan masing-masing untuk menentukan pilihan tersebut, namun kami percaya bahwa dengan adanya perbedaan itu tidak menjadikan perpecahan antar kelompok maupun antar individu, namun sebaliknya untuk saling menguatkan sehingga misi mewartakan terang dapat kita rasakan bersama.
Ketika gereja yang diutus mewartakan terang tidak bisa sehati dan sepikir dan bahkan ujung-ujungnya terlalu menikmati konflik yang menyebabkan perpecahan berkepanjangan, maka misi mewartakan terang kurang dapat berjalan dengan optimal. Tugas dari kita yang merupakan umat-Nya adalah tugas lintas batas geografis, sehingga hal ini tentu butuh membangun kebersamaan yang tidak eksklusif sehingga misi mewartakan terang dapat tercapai.
Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan Yesus.
Dalam Korintus pasal 1:10-18, jemaat Korintus mengalami hal yang sama. Disini menunjukkan indikasi adanya perpecahan atau perselisihan dalam jemaat Korintus. Penyebabnya karena masing-masing jemaat mengagung-agungkan kelompoknya. Adanya indikasi perpecahan tersebut yang mendorong Rasul Paulus menulis surat ini dengan maksud memberikan nasihat supaya tetap seia sekata. Semua dilakukan demi nama Tuhan Yesus Kristus.
Adapun misi yang dikerjakan Tuhan Yesus adalah mewartakan Kerajaan Sorga yang sudah dekat; mewartakan terang. Misi tersebut dijalankan bagi seluruh bangsa, menembus batas geografis (Matius 3:12-17). Ketiadaan sikap sehati-sepikir akan menyebabkan lambat laun orang masuk ke dalam perselisihan dan menjadi parah ketika ada sentimen kelompok. Ketika terjadi perpecahan dalam satu tim kerja Allah, apakah misi mewartakan terang bisa berjalan optimal? Dan perpecahan dalam tubuh orang percaya juga bukan wujud nyata terpancarnya terang. Kita adalah satu tim yang solid, tim yang mau dan mampu bekerjasama, tim yang tetap harus berjuang di tengah pergumulan gereja, untuk terus hidup sehati-sepikir sehingga nama Tuhan dipermuliakan sepanjang masa. Amin.
Bacaan I : Yesaya 9 : 1 – 4
Bacaan II: Kis. 1 : 10 – 18
Antar Bacaan : Mazmur 27 : 1, 4-9
Bacaan Injil : Matius 4: 12 – 23
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 23 Januari 2011
Add comment