Brayat kang tinanggulan ing tresna tetales pitados mring Gusti,
Mesthi ayem tentrem lan raharja, atut rukun wah lestari
Silih asah lan asih, silih asuh tanpa pamrih
Temah adeging brayat puniki nengsemken mring sesami
(Kidung Pasamuwan Kristen Anyar 304 : 1)
Kata-kata cinta sering mewarnai kehidupan keluarga/rumah tangga. Tentu hal tersebut baik, tetapi masih kurang. Cinta kasih tidak hanya ungkapan kata tetapi lebih dari itu, cinta kasih membutuhkan tindakan nyata yang disertai tanggung jawab. Itulah sebabnya kita dipanggil untuk melakukan STOP NATO! Stop No Action Talk Only! Jangan hanya berbicara tanpa bertindak, kurang lebih itulah terjemahan dari STOP NATO. Istilah ini mengajak kita untuk bertindak, tidak hanya berkata-kata.
Dalam konteks kehidupan keluarga, aksi nyata untuk membangun hidup adalah hal yang penting. Keluarga yang hidup memiliki ciri “saling”. Yaitu kehidupan bersama yang saling meneguhkan, menguatkan, memberi, menerima, mengampuni, merendahkan hati dan tindakan lain yang mendatangkan kebaikan.
Semua harus dikerjakan bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga sesuai dengan kemampuannya. Dari suami kepada istri dan anak-anaknya. Dari istri kepada suami dan anak-anaknya. Dari anak kepada orang tuanya. Dari kakak kepada adik dan sebaliknya dari adik kepada kakaknya. Ketika semua bertindak secara nyata untuk mendatangkan kebaikan sehingga keutuhan keluarga menjadi nyata. Keutuhan keluarga penting karena pada hakikatnya keluarga adalah kesatuan yang diciptakan oleh Allah.
Ketika Tuhan Allah menciptakan keluarga, disana Tuhan menyatukan perbedaan menjadi satu kesatuan dan utuh. Kitab Kejadian mencatat kesatuan itu dengan sebutan satu daging (Kejadian 2:24). Satu daging bermakna satu kehidupan yang utuh. Supaya keutuhan tidak terkoyak, keluarga dipanggil untuk terus memperjuangkan keutuhan Mewujudkan keutuhan tidak cukup dengan teori yang muluk-muluk atau kata-kata yang indah saja.
Mewujudkan keutuhan harus memperhatikan teori (kata-kata) dan juga tindakan nyata dengan penuh tanggung jawab. Karena itu pernikahan harus dirawat. Dalam iman Kristen kita menyakini bahwa merawat hidup berkeluarga dilakukan melalui kehidupan yang tertuju pada Tuhan, dengan memegang teguh dan melakukan Sabda Firman Tuhan.
Banyak orang tahu bagaimana caranya hidup berkeluarga dengan baik, dan tahu nilai-nilai Alkitab tentang hidup bersama dalam keluarga tetapi tanpa tindakan nyata yang berdasarkan cinta kasih Tuhan semua tiada artinya. Maka marilah kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dalam kehidupan kita dan dalam keluarga kita. Selamat beribadah dengan penuh tanggung jawab! Tuhan senantiasa menyertai kehidupan keluarga. Amin.
Bacaan I : Kejadian 2: 18-24
Tanggapan : Mazmur 8
Bacaan II : Ibrani 1: 1-4; 2:5-12
Bacaan Injil : Markus 10: 2-16
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 11 Oktober 2015
Add comment