
Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar atau menyaksikan secara langsung adanya perubahan bentuk dan substansi yang terjadi di alam semesta contohnya: dari kepompong menjadi kupu-kupu. Proses itu disebut proses metamorphosis yang dalam bahasa Yunani adalah: metamorphoo. Bagian yang kita baca tadi juga menceritakan perubahan-perubahan yang radikal dalam diri Tuhan Yesus yang dalam istilah teologi disebut dengan transfigurasi. Apa yang terjadi dalam diri Tuhan Yesus itu sebenarnya juga sama dengan istilah metamorphosis, perubahan bentuk dan substansi.
Bagian yang kita bahas ini tentu tidak bisa dilepaskan dari bacaan sebelum dan sesudahnya. Bagian sebelumnya mengungkapkan adanya banyak pandangan tentang siapa Tuhan Yesus. Ada yang mengatakan Elia, ada yang mengatakan Yeremia atau nabi yang lain (Matius 16: 14), tetapi dengan keyakinan iman Petrus mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kemudian perhatian Tuhan Yesus rupanya terarah ke Yerusalem, Dia memberitakan tentang penderitaan yang akan dialami (Matius 16: 21). Disamping itu Tuhan Yesus juga mengingatkan kepada para murid tentang jalan penderitaan yang akan dialami para pengikut Tuhan Yesus. Namun sebelum semuanya itu terjadi Tuhan Yesus memberi pengharapan kepada para murid melalui peristiwa transfigurasi ini.
Peristiwa ini terjadi 6 hari setelah Tuhan Yesus memberitahukan tentang penderitaan yang akan dialaminya. Dia mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah gunung yang tinggi. Ada yang mengatakah gunung itu adalah adalah gunung Tabor, tetapi ada juga yang mengatakan gunung itu adalah gunung Hermon.
Kita tidak akan memperdebatkan nama gunung tersebut karena ada yang lebih penting dari nama gunung yaitu bahwa dalam keyakinan orang pada jaman itu, gunung merupakan tempat dimana Allah menyatakan diri. Allah sering menyatakan kemuliaanNya di gunung. Di gunung ini Tuhan Yesus juga menyatakan kemuliaanNya ketika Dia berubah rupa di depan para murid. Wajahnya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang (ayat 2). Mereka juga melihat Musa dan Elia. Apa maknanya semua ini? Peristiwa ini sebenarnya menunjukkan kepada para murid tentang kemuliaan Tuhan Yesus. Meskipun penderitaan akan dialami oleh Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia, namun Dia adalah Anak Allah yang penuh kemuliaan, dan para murid diberi kesempatan untuk menyaksikan kemuliaan Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus mengalami transfigurasi, Musa dan Elia nampak berjalan bersama Tuhan Yesus. Kenapa Musa dan Elia. Sebagaimana kita ketahui Musa adalah hamba Tuhan yang menyatakan 10 hukum Tuhan. Dia naik ke gunung Sinai, setelah perjumpaannya dengan Tuhan di gunung Sinai, wajahnya memancarkan cahaya yang bersinar. Sedangkan Elia adalah hamba Tuhan yang dipanggil untuk menyiapakan hati orang beriman akan kedatangan Tuhan. Elia tidak mati tetapi dia telah diangkat oleh Tuhan dalam kemuliaan.
Kemilau kemuliaan Tuhan Yesus semakin lengkap ketika tiba-tiba dari awan-awan terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Apa yang disaksikan dan didengar oleh para murid begitu menakutkan mereka dan membuat mereka tersungkur. Namun Tuhan Yesus menyentuh mereka dan mengatakan: “Berdirilah, jangan takut!”. Melalui peristiwa transfigurasi ini sebenarnya hendah menegaskan bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah. Dia adalah satu-satunya pribadi yang membuat Allah Bapa berkenan, karenanya sebagai respon kepada Tuhan Yesus maka para murid mempunyai panggilan untuk mendengarkan sabda Tuhan Yesus dan taat kepadaNya. Melalui peristiwa transfigurasi ini Tuhan Yesus juga tidak hendak menakut-nakuti para murid melakui kemuliaan yang memancar dari diriNya, bukankah melalui sentuhanNya dan perkataanNya: “Berdirilah, jangan takut!”, Tuhan Yesus menghibur para murid. Namun para murid dipanggil untuk menyatakan ketaatan kepada Tuhan Yesus karena Dialah yang memilki kekuasaan baik di sorga maupun di bumi, supaya melalui iman dan ketaatan kita pun, kelak kita juga merasakan kemuiaan bersama-sama dengan Dia.
Bacaan 1: Keluaran 24:12-18
Mazmur antar bacaan : Mazmur 2
Bacaan 2: 2 Petrus 1:16-21
Bacaan Injil: Matius 17:1-9
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 2 Maret 2014
Add comment