Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Siapa di antara kita yang tidak menginginkan hidup damai? Siapa yang tidak mengharapkan agar keluarganya harmonis, negara aman, adil, dan makmur? Siapa yang tidak menginginkan ibadah di gereja tenang, teduh, dan damai? Sudah pasti setiap orang menginginkan keadaan yang penuh damai sejahtera. Namun kenyataannya ketika mengupayakan damai sejahtera selalu ada hambatan.
Untuk mencapai kehidupan yang damai sejahtera tidak cukup hanya diharapkan. Harus diupayakan. Setiap manusia harus berjuang bersama meraih kedamaian, meskipun ada hambatan.
Kelahiran Tuhan Yesus adalah titik awal hadirnya damai sejahtera. Kelahiran Tuhan Yesus memperlihatkan kepada kita bahwa damai sejahtera itu bersumber dari Allah. Allah tidak hanya merancang damai sejahtera, tetapi juga turut hadir untuk mewujudkannya. Hal ini nyata di dalam kehadiran Tuhan Yesus. Melalui pengajaran dan karya Tuhan Yesus, kita dapat melihat tanda-tanda Kerajaan Allah yaitu hadirnya damai sejahtera di tengah manusia.
Perjalanan orang-orang Majus dalam mencari Raja Damai menemui berbagai hambatan. Mereka tidak mengetahui dengan jelas tempat kelahiran Yesus, Sang Raja Damai. Sebuah bintang dari timur menjadi satu-satunya petunjuk yang menolong mereka sampai ke Yerusalem. Sebuah petunjuk lain datang dari raja Herodes. Namun ada rencana jahat di baliknya. Bukannya ingin menyembah Bayi Yesus, Herodes ingin membunuhNya.
Orang-orang Majus dan Herodes sebenarnya sama-sama berupaya untuk mencari Sang Raja Damai. Namun niat mereka berbeda. Orang-orang Majus berniat tulus dan bertujuan benar. Herodes, meski bersikap baik kepada orang-orang Majus, ingin sekali membunuh Raja Damai itu karena lahirnya raja orang Yahudi itu bisa mengganggu kedudukan dan kekuasaannya.
Gereja diingatkan kembali akan tugas panggilannya, yaitu pelayan pendamaian: mendamaikan manusia dengan Allah, sesama, alam, dan dirinya sendiri. Sebuah tugas yang tidak mudah namun juga tidak sulit jika kita mau terus-menerus mengupayakannya. Semua harus diawali dari diri sendiri. Di dalam gereja harus tumbuh damai sejahtera sehingga terangnya terpancar keluar.
Gereja adalah wadah bagi orang-orang percaya untuk memproses dan menumbuhkan kharakter menjadi para pecinta dan pembawa damai. Marilah kita mengupayakan damai sejahtera di tengah kehidupan manusia dengan meneladani Kristus, Sang Raja Damai.
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
Bacaan I: Yesaya 60:1-6;
Tanggapan: Mazmur 72:1-7,10-14;
Bacaan II: Efesus 3:1-12;
Bacaan III: Injil Matius 2:1-12
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 6 Januari 2012
Add comment