
Setiap hari ada banyak berita yang kita dengar dan kita baca melalui berbagai mass media. Ada berita tentang harga cabai yang tidak juga turun, berita penderitaan masyarakat di sekitar Magelang dan Muntilan karena banjir lahar dingin, berita kasus Gayus yang semakin berkembang dan tak jelas penyelesaiannya, berita joki tukar napi dan masih banyak berita lain muncul dalam hidup kita.
Ya, hidup ini tidak lepas dari berita, ada berita baik dan ada berita buruk. Ketika kita mendengar berita baik tentu saja kita akan berbahagia, sebaliknya ketika kita mendengar berita buruk tentu saja hati kita akan bersedih. Memang harus diakui bahwa respon hidup kita sering dipengaruhi oleh berita yang kita terima. Berita tentang bencana di beberapa tempat di dukung gambar yang mengenaskan membuat masyarakat umum tergerak untuk membantu. Berita tentang kenaikan harga berbagai barang, meningkatnya biaya kesehatan dan pendidikan membuat orang cemas akan masa depan bagi anak-anaknya. Hanya saja kalau kita perhatikan akhir-akhir ini masyarakat setiap hari banyak disuguhi dengan berita-berita yang memprihatinkan, berita menumbuhkan kekawatiran, ketakutan bahkan kemarahan karena maraknya ketidakadilan. Situasi seperti ini tentu tidak menentramkan.
Kondisi di atas rupanya beda dengan apa yang dilakukan oleh Yohanes. Di tengah dunia yang penuh permasalahan, Yohanes mampu menjadi pewarta yang menentramkan dan memberi harapan kepada orang disekitarnya. Di tengah kegelapan yang dialami umat manusia, Yohanes mewartakan kabar gembira dengan mengungkapkan :'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia'.
Ketika Yohanes mengatakan hal itu, yang dimaksud oleh Yohanes dengan Anak domba Allah adalah Tuhan Yesus. Yohanes mewartakan bahwa Tuhan Yesus adalah Sang terang yang dinantikan. Dalam Dia tidak ada kegelapan, bahkan kuasa gelap telah dikalahkanNya. Dalam dia kuasa dosa telah dikalahkan. Pewartaan Yohanes rupanya mendapatkan respon, hal itu nampak dari sikap Andreas dan Simon Petrus yang kemudian menjadi pengikut Yesus. Bahkan lebih dari itu Simon Petrus dan Andreas dalam perkembangannya juga menjadi pewarta kabar baik, pewarta tentang Sang Terang.
Baik itu Yohanes, Andreas dan Simon Petrus adalah orang-orang yang diutus untuk menjadi pewarta tentang Sang Terang yaitu Yesus Kristus. Seperti halnya mereka, kita pun juga dipanggil untuk menjadi pewarta. Kita dipanggil menjadi pewarta terang Tuhan karena sampai kapan pun dunia membutuhkan terang. Untuk itu mari kita hayati panggilan untuk menjadi pewarta dengan membawa terang. Di tengah keputusasaan kita menumbuhkan harapan, di tengah luka kiita membawa kesembuhan, di tengah perselisihan kita membawa perdamaian, di tengah kebimbangan kita menumbuhkan keyakinan. Amin
Bacaan I : Yohanes 49 : 1 – 7
Bacaan II: Kis. 1 : 1 – 9
Antar Bacaan : Mazmur 40 : 1 – 11
Bacaan Injil : Yohanes 1: 29 – 42
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 16 Januari 2011
Add comment