Ibadah Minggu, 11 Juli 2010: "KESELAMATAN DAN KETAATAN"
Boom ..
Bunyi itu menggetarkan
Bau hangus daging manusia terpanggang
Ratap tangis iba manusia menembus, merobek dinding hati yang paling dalam
Siapa kuasa mengembalikan ibu yang terbujur kaku dan hangus kepada anaknya??
Siapa yang akan menghentikan isak tangis anak kecil yang meratapi ibunya itu?? siapa?? siapa??
Siapa sanggup menggantikan ibunya, yang memberikan kasih sayang yang tak terhingga?
Tiada seorangpun menjawab.
Lidah-lidah terkatup dihunjam paku-paku nan bisu.
Setelah beberapa saat lamanya, pada saat jawaban itu belum terbit
Gelegar bunyi ledakan tabung gas elpiji kembali merobek-robek relung hati
Korban kembali berjatuhan, akankan jiwa-jiwa, rakyat kelas tiga kilogram selamat?
Ataukah semakin banyak yang terjungkal?
Ribuan jiwa gelisah takut selamat meninggalkan rumahnya, takut maut menyambangi rumahnya.
Dalam kalut mereka pergi menanti tetesan-tetesan mahal minyak tanah.
"Tenang.. Tenang.." Demikian wakil penguasa berkata. "Semua aman.. Semua akan selamat"
"Selamat akan datang," demikian lanjutnya, "Selamat akan datang kalau semua mau hidup menggunakan barang berlabel SNI, Standard Nasional Indonesia.
Orang berebut barang berlabel SNI, namun sulit ia dapat, bagai berlian dalam semak.


