Daftar Renungan GKJ Manahan
Daftar Renungan GKJ Manahan


Majelis GKJ Manahan hari ini (17/4) menyelenggarakan acara lepas sambut majelis lama dan majelis baru untuk masa bakti tahun 2013 - 2016. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 90 majelis ini diawali dengan menyanyikan pujian bersama dipimpin oleh Ibu Widyarti Riani Hutapea. Doa pembukaan dan perenungan Firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th, MA. Dalam renungan yang disampaikannya, pendeta Ratih menyatakan bahwa dalam gereja presbytrial seperti GKJ Manahan ini, kepemimpinan tidak bergantung pada salah satu orang saja, tetapi pada majelis-majelis. Setiap majelis adalah para pemimpin, orang yang berpengaruh dalam gereja. Setiap orang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang-orang sekitar kita.
Kepemimpinan, yang disampaikan pendeta Ratih adalah sebuah tindakan untuk mempengaruhi –memotivasi dan mendorong- orang lain agar mereka memiliki entusiasme untuk mengambil bagian dalam semua usaha guna mencapai tujuan bersama (dbk. Patrick J Brennan 1990: 77 dan Paul Hersey 1985:16). Sebagai pemimpin kita diharapkan mempengaruhi orang-orang mencapai tujuan bersama, yaitu keselamatan yang kekal.

Sampai hari ini masih banyak orang yang meragukan kebangkitan-Nya, tentang kubur kosong, tentang "batu yang sudah terguling dari kubur" dan sensasi lainnya. Kalau diantara kita pernah melihat Yesus "menampakkan diri", itu mungkin halusinasi? Atau mungkin Yesus tidak mati beneran? Seolah-olah bangkit? Terus siapa yang disalib?

Berita kebangkitan Tuhan Yesus sulit diterima. Hal tersebut terjadi sejak awal mula kebangkitan-Nya, berlanjut pada masa-masa sesudahnya, dan sampai saat ini. Beberapa saat setelah berita kebangkitan Yesus ada orang-orang yang tidak percaya. Mereka antara lain orang-orang dari kelompok Saduki yang pada dasarnya tidak mempercayai akan adanya kebangkitan, orang-orang dari kelompok Farisi dan murid-murid Tuhan Yesus yang telah sekian lama hidup bersama dengan Tuhan Yesus, mendengarkan ajaran-ajaran-Nya, serta melihat mujizat-mujizat-Nya.

Jemaat yang terkasih,

Jemaat yang dikashi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus!
Minggu ini, jemaat dan semua orang beriman murid Kristus di seluruh dunia, memasuki masa pra Paskah II. Prioritas utama kehidupan serta dinamika kita dikonsentrasikan atau difokuskan kepada karya Agung Tuhan Allah, akan kesetiaan janji keselamatanNya kepada orang-orang berdosa. Bacaan leksionari di atas telah memberikan pola acuan kepada kita, orang beriman (murid Kristus), agar dapat merajut benang merah tentang kesetiaan Allah akan janji keselamatan untuk orang-orang berdosa.

Pernahkah terpikir oleh kita, mengapa Yesus memberikan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah Yesus adalah Allah? Mengapa Allah membiarkan Diri-Nya dicobai oleh Iblis? Bukankah sebagai Allah, Yesus tahu bahwa Dia pasti menang melawan godaan Iblis? Namun, semua hal ini dilakukan oleh Yesus bukan untuk Diri-Nya sendiri, namun dilakukannya untuk kepentingan manusia, makhluk yang dikasihi-Nya. Yesus membiarkan Diri-Nya dicobai untuk menunjukkan strategi Iblis dalam menggoda manusia dan pada saat yang bersamaan, Yesus menunjukkan jalan bagaimana untuk menghadapi godaan tersebut. Semua yang Yesus lakukan merupakan suatu pelajaran bagi kita manusia, sehingga kita dapat mengikuti apa yang dilakukan-Nya, sehingga kita dapat mencapai keselamatan kekal. Pencobaan Yesus yang dicatat dalam Injil ini merupakan kejadian yang sangat penting dalam kehidupan Yesus.