Merasakan Kristus, Merasakan Pemulihan
Bacaan; Leksionari:
PL : Ayub 42: 1-17; PB : Ibrani 7 : 23–28
Tanggapan : Mazmur 126
Injil : Markus 10:46–52
Markus 10: 46-52, menuturkan pergumulan iman seorang pengemis buta, bernama Bartimeus.
Daftar Renungan GKJ Manahan
Bacaan; Leksionari:
PL : Ayub 42: 1-17; PB : Ibrani 7 : 23–28
Tanggapan : Mazmur 126
Injil : Markus 10:46–52
Markus 10: 46-52, menuturkan pergumulan iman seorang pengemis buta, bernama Bartimeus.
Bacaan Leksionari
Yohanes 17: 6-19
Kristus datang ke dunia, tetapi Ia tidak berasal dari dunia. Demikian halnya jemaat Kristus. Jemaat Kristus tidak berasal dari dunia, meskipun berada dan mengada di dunia. Siapakah jemaat Kristus? Jemaat Kristus adalah orang-orang yang menerima firman Allah (Yoh. 17:8) dan menuruti-Nya (Yoh. 17:6). Menuruti berarti, adanya kesadaran dan kesungguhan untuk berjuang melakukan perintah-perintah Tuhan. Karena menerima dan menuruti firman Allah, maka mereka mengenal dan percaya kepada Kristus yang di utus oleh Allah Bapa (Injil Yohanes juga menekankan tentang kesatuan antara Kristus dan Allah Bapa). Karena mereka mengenal dan percaya kepada Kristus, maka wajar bila mereka disebut jemaat Kristus.
Bacaan Leksionari
Kisah Para Rasul 10 : 44-48; Mazmur 98
1 Yohanes 5 : 1-6 ; Yohanes 15 : 9-17
Suatu ketika seorang yang beragama kristen dari Indonesia mengemukakan pengalamannya tinggal dan hidup di sebuah negara Timur tengah. Pengalamannya itu disiarkan langsung melalui siaran sebuah stasiun radio luar negeri yang sangat terkenal di Eropa. Awalnya ia menduga bahwa tentu tidak ada gereja di negara itu. Tetapi teman akrabnya yang penduduk asli dan berkeyakinan bukan kristen memberinya informasi bahwa ada juga gereja di negara itu.
Bacaan Leksionari
(Bacaan: Kis. 8 : 26 – 40; 1 Yoh. 4: 7 – 21; Mazmur 22: 25 – 31; Yoh. 15 : 1– 8)
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan,
Dalam Pokok-pokok ajaran GKJ menyebutkan bahwa salah satu panggilan gereja adalah mewartakan Injil kepada mereka yang belum mendengar tentang Injil. Dengan kata lain kehadiran gereja adalah sebagai alat yang dipakai Allah di dunia ini untuk mewartakan karya keselamatan Allah sehingga melalui kehadiran gereja banyak orang dapat merasakan kasih Allah. Penghayatan gereja akan panggilan ini tentu membawa gereja pada kesadaran bahwa ia ada bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk dunia yang ada disekitarnya. Dengan kata lain gereja dipanggil untuk menyatakan buah keselamatan Allah bagi orang disekitarnya. Gereja harus peka terhadap situasi yang ada disekitarnya bahkan menjadi bagian yang integral dari masyarakat untuk menyatakan kasihNya.
Bacaan Leksionari
(Bacaan: Kis. 4 : 5 – 12; Maz. 23; 1 Yoh 3 : 16 – 24; Yoh. 10 : 11 – 18)
Gembala baik bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang, dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan. O, Gembalaku itu Tuhanku, membuat aku tentram hening. Mengalir dalam sungai kasihku, kuasa damai cerlang hening. (KJ 415 : 1). Syair lagu ini sungguh indah menyejukkan hati, berdasarkan Mazmur 23.
Bacaan Leksionari
(Bacaan: KPR 3: 12 – 19; Maz 4; 1 Yoh 3 : 1 – 7; Luk 24 : 36 – 48)
Barbehr, tergopoh bergegas menyeruak kelebatan hutan. Tukang cukur istana yang baru ini menyelinap mencari pokok kayu besar Ia gagal taat perintah raja yang melarangnya bercerita kepada siapa saja. Ia pilih nekad mewartakan pengetahuannya walau hanya kepada kayu dan bukan kepada siapa, Pasalnya, ketika ia bekerja ia jadi tahu kepala raja bertanduk dikanan kiri, diatas telinganya. Ia terbeban oleh pengetahuannya, tak mau ia menanggung sendiri, ia perlu bagikan segera demi kelegaan diri. Tak peduli berguna atau tidak bagi raja atau makhluk lain. Ia bisikkan yang ia tahu kepada kayu, ia teriakkan sepuas-puasnya tentang rajanya yang bertanduk.
Bacaan Leksionari
Pertama: Kis. 4 : 32 – 35
Kedua: 1 Yoh. 1 : 2 – 2 : 2
Tanggapan: Mazmur 133
Injil: Yohanes 20 :19– 31
Situasi yang mencekam dan menakutkan atas kematian Tuhan Yesus, apalagi dikejar-kejar orang Yahudi, menyebabkan para murid mengunci diri. Oleh karena itu ketika terjadi perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang bangkit, ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi para murid dan sangat berarti. Kebangkitan Kristus memberi sukacita, Tuhan Yesus tidak dibatasi dan dihalangi oleh apapun untuk hadir di tengah–tengah mereka. Itulah yang dialami para murid dan jemaat mula-mula
Bacaan Leksionari
PL : Yesaya 50 : 4 – 9a
PB : Filipi 2 : 5 – 11
Tanggapan : Mazmur 31 : 9 – 16
Injil : Markus 15 : 15
Minggu ini kita memasuki hari minggu Paskah. Minggu Paskah ialah perayaan kebangkitan Tuhan pada hari pertama minggu itu. Berita kebangkitan menjadi tekanan utama pemberitaan gereja mula-mula. Pengkhotbah-pengkhotbah pertama yakin bahwa Kristus telah bangkit. Sebab itu mereka yakin bahwa orang-orang percaya akan bangkit pula pada waktunya. Hal ini membuat mereka bertentangan sama sekali dengan semua guru lain dari dunia kuno. Meskipun ada kebangkitan-kebangkitan pada agama lain, namun tidak satu pun yang sama dengan kebangkitan Kristus.
Bacaan Leksionari
PL : Yesaya 50 : 4 – 9a
PB : Filipi 2 : 5 – 11
Tanggapan : Mazmur 31 : 9 – 16
Injil : Markus 15 : 15
Dalam hidup ini, manusia seringkali mengejar kepuasan duniawi. Ada dua macam kepuasan duniawi, yaitu kepuasan akan hal-hal yang berupa materi, seperti uang dan benda-benda berharga; dan kepuasan non-materi, seperti pangkat, kedudukan dan kehormatan. Ketika manusia mengejar kepuasan duniawi, maka hatinya dan seluruh kegiatannya akan diarahkan kepada hal-hal yang duniawi, yang sekiranya akan bisa membuatnya merasa puas. Demi mengejar kepuasan manusiawi, seseorang sampai hati kepada temannya. Demi kepuasan duniawi, seseorang mau mengurbankan diri.
Bacaan Leksionari
PL : Yeremia 31 : 31 – 34
PB : Ibrani 5 : 5 – 10
Tanggapan : Mazmur 51 : 1 – 12
Injil : Yohanes 12 : 20 – 33s
Bp/Ibu/Sdr yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Sebuah kenyataan bahwa manusia hidup dalam perbedaan-perbedaan, diantaranya sikap hidup, cara hidup, gaya hidup, kondisi sosial ekonomi dan masih banyak hal yang menyebabkan manusia berkompetensi untuk menjadi terbaik/tertinggi diantara sesama, yang semuanya itu menjadikan manusia mudah berseteru dengan sesama.